Maria Elisa Hospita
JAKARTA
Sepekan setelah gempa bumi dan tsunami menghantam Palu, Sulawesi Tengah, penanganan bencana telah berlangsung dengan baik.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto yang mengikuti sekaligus meninjau perkembangan penanganan bencana selama sepekan terakhir.
“Hari pertama dan kedua setelah bencana terjadi, Palu masih dalam suasana yang kacau. Masyarakat panik bahkan trauma. Mereka takut berada di rumah. Aliran listrik, komunikasi, dan akses jalan terputus,” ungkap dia dalam konferensi pers pada Jumat petang di Palu, Sulawesi Tengah.
Kondisi tersebut menghambat penanganan bencana. Apalagi kepolisian telah kehilangan ratusan anggotanya.
“Tak mungkin ada penanganan segera karena semua fasilitas tidak ada. Untungnya, pada hari kedua PLN sudah memperbaiki gardu induk, sehingga sebagian area sudah mulai dialiri listrik,” jelas Menteri Wiranto.
Menurut dia, bantuan sudah mulai berdatangan sejak hari pertama, namun kapal baru bisa merapat pada hari keempat.
“Hari pertama dan kedua alat berat hanya ada dua, dan sekarang jumlahnya sudah melebihi 20 buah, termasuk buldoser. Di hari keempat, evakuasi sudah berjalan lancar,” papar Menteri Wiranto.
Di hari keenam dan ketujuh, jenasah telah dimakamkan. Menteri Wiranto mengatakan bahwa seluruh jasad yang ditemukan harus diidentifikasi terlebih dahulu.
Sementara itu, sebanyak 683 jiwa dinyatakan hilang dan 152 orang masih tertimbun.
“Korban luka tidak sebanyak di Lombok karena tidak banyak yang terkena runtuhan gedung. Justru kebanyakan korban terseret arus tsunami dan struktur tanah yang bergeser,” kata dia lagi.
Menkopolhukam menambahkan bahwa pemerintah telah menyediakan ratusan kamp sementara bagi sekitar 65 ribu pengungsi.
“Pengungsi tidak akan dibiarkan tinggal di sana terus-menerus. Setelah berdiskusi dengan pemerintah daerah, wapres berencana membangun barak darurat,” tambah Wiranto.
Meskipun penjarahan bahan bakar minyak sempat marak, kini tiga dari 17 SPBU sudah beroperasi kembali.
“Yang vital adalah air minum. Rupanya saluran air PDAM ke rumah tangga masih terputus, sehingga solusinya adalah menggunakan mobil tanki yang kemudian diedarkan ke warga Palu,” jelas dia.
Selama peninjauan langsung, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa masyarakat Palu tak mungkin mengungsi karena akan mengganggu roda perekonomian. Oleh karena itu, presiden meminta para pemilik toko untuk tetap membuka toko-toko mereka, sehingga peredaran uang di antara masyarakat semakin cepat pula.
news_share_descriptionsubscription_contact
