Erric Permana
29 September 2017•Update: 29 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah Indonesia dengan tegas menyatakan tidak
mengakui petisi referendum kemerdekaan Papua Barat yang beredar pada Sidang
Umum Perserikatan Bangsa Bangsa di New York, Amerika Serikat.
Wiranto mengakui petisi referendum tersebut sempat
beredar di PBB. Kelompok separatis, kata dia, menyerahkan petisi itu kepada
Duta Besar Venezuela untuk PBB yang juga menjabat sebagai Ketua Kolonisasi PBB
Rafel Ramirez.
“Benar saya mendapatkan petisi itu tapi itu tidak sah dan bisa muncul dari siapa saja,” ujar Wiranto di Jakarta, Jumat.
Meski demikian, Wiranto menegaskan, pemerintah Indonesia
menganggap petisi itu tidak sah. Bahkan, Ramirez membantah adanya petisi yang
masuk.
“Hari ini secara resmi beliau [Rafel Ramirez] minta maaf [kepada Indonesia],” klaim Wiranto.
Dia menambahkan petisi untuk memisahkan Papua dari
Indonesia akan terus muncul dari pihak yang sering membangun opini
ketidakadilan yang dilakukan pemerintah.
Sebelumnya, Aktivis Gerakan Pembebasan Papua Barat Benny
Wenda mengungkapkan petisi rahasia mengenai referendum kemerdekaan Papua Barat
telah dikirim ke PBB.
Petisi itu diklaim telah disetujui oleh 1,8 juta warga
asli Papua Barat.