Maria Elisa Hospita
15 Agustus 2018•Update: 16 Agustus 2018
Kubra Chohan
ANKARA
Perdana Menteri Pakistan yang baru, Imran Khan, menyatakan dukungannya untuk Turki yang tengah menghadapi tantangan ekonomi.
“Atas nama rakyat Pakistan dan saya sendiri, saya ingin Presiden Erdogan dan rakyat Turki tahu bahwa kami mendoakan keberhasilan mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi berat,” cuit Khan di Twitter.
Pernyataan Khan muncul beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan serangannya ke Turki dengan menaikkan tarif impor aluminium dan baja Turki, masing-masingnya menjadi 20 persen dan 50 persen.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin, Kementerian Luar Negeri Pakistan juga mengecam “sanksi sepihak yang dikenakan AS ke Turki atas penahanan seorang pastor Amerika yang diduga terlibat aktivitas terorisme".
Hubungan Turki dan AS saat ini tengah memanas setelah Washington memberlakukan sanksi ke Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu dan Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul karena tidak membebaskan Pastor Andrew Brunson.
“Pakistan menentang pemberlakuan sanksi sepihak terhadap negara manapun. Solusi bagi setiap dan semua masalah harus berdasarkan dialog, saling pengertian, dan niat baik," tegas kementerian.
“Pakistan mengakui dan sangat menghargai peran Turki dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas regional dan internasional. Turki adalah anggota vital dan mesin ekonomi global,” tambah pernyataan itu.
Dalam pernyataan itu, Islamabad menunjukkan solidaritasnya dengan menegaskan kembali dukungannya bagi Turki: "Rakyat dan pemerintah Pakistan menyatakan dukungan penuh bagi pemerintah dan rakyat Turki dalam upaya mereka mencapai perdamaian dan kemakmuran. Kami akan terus mendukung mereka untuk mencapai tujuan bersama ini,"