Ekip
22 Januari 2018•Update: 22 Januari 2018
Cigdem Alyanak, Hatice Senses Kurukiz, Zehra Melek Cat
CANAKKALE, Turki
Perekonomian Turki tidak akan terpengaruh oleh operasi militer yang sedang dilakukan di wilayah barat laut Afrin, Suriah, kata Perdana Menteri (PM) Turki Binali Yildirim, Minggu.
Dalam kunjungannya ke lokasi pembangunan Jembatan Canakkale 1915 di provinsi Canakkale, barat laut, Yildirim mengatakan bahwa operasi di Afrin sama seperti Operation Euphrates Shield yang pernah dilakukan Turki sebelumnya.
Operasi Euphrates Shield dimulai pada Agustus 2016 dan berakhir pada akhir Maret 2017. Operasi itu dilakukan untuk meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.
"Perekonomian Turki bukanlah ekonomi yang akan terpengaruh oleh jenis operasi kecil semacam ini," kata perdana menteri lagi.
Turki pada hari Sabtu meluncurkan Operation Olive Branch (Operasi Ranting Zaitun) untuk menghancurkan kelompok teror PKK/KCK/PYD/YPG dan Daesh dari Afrin.
Operasi tersebut dilakukan sebagai hak Turki, berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah, kata Staf Umum Turki.
Militer juga mengatakan bahwa hanya target teroris yang dihancurkan dan "sangat penting" untuk tidak membahayakan warga sipil manapun.
PYD/PKK/KCK/YPG adalah cabang Suriah dari kelompok teroris PKK, yang telah dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa (UE)