Pizaro Gozali İdrus
20 Februari 2019•Update: 21 Februari 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Malaysia pada Selasa mendesak militer Myanmar pelaku kejahatan terhadap etnis Rohingya segera dibawa ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC), lansir Bernama.
Menteri Luar Negeri Saifuddin Abdullah mengatakan pemerintah Malaysia sangat serius mengenai masalah ini meskipun langkah menyeret militer Myanmar ke ICC memakan waktu lama.
Saifuddin mengatakan militer Myanmar bertanggungjawab atas kekerasan terhadap etnis Rohingya.
Akibat tindakan kekerasan itu, kata Saifuddin, etnis Rohingya telah menjadi pengungsi di seluruh dunia.
“Pemerintah Malaysia secara terbuka berpegang pada prinsip bahwa para penjahat (kemanusiaan) harus dihukum. Akar masalahnya adalah bahwa Rohingya telah diusir dari negara mereka sendiri,” jelas Saifuddin setelah mengunjungi Pusat Pendidikan Rohingya ( REC) di Klang, Malaysia pada Selasa.
"Bagi kami, penyelidikan terhadap kasus Myanmar dan kejahatan (kemanusiaan) sangat penting untuk diselesaikan dari akar masalahnya sehingga para penjahat dapat diseret ke pengadilan," kata dia.
Dia menambahkan informasi dari Misi Pencari Fakta Internasional Independen di Myanmar yang dilaporkan PBB menunjukkan enam orang diduga terlibat dalam kejahatan kemanusiaan terhadap Rohingya di negara itu.
Karena itu, kata Saifuddin, Malaysia ingin terlibat dalam memastikan penjahat kemanusiaan dibawa ke ICC sesegera mungkin.
Agustus lalu, penyelidik yang ditunjuk PBB merekomendasikan agar komandan militer Myanmar diadili di bawah hukum internasional karena terlibat genosida Rohingya.
PBB juga telah menyusun daftar tersangka pelaku termasuk Panglima Senior Myanmar Min Aung Hlaing dan lima komandan militer lainnya.