Maria Elisa Hospita
08 Agustus 2018•Update: 08 Agustus 2018
Alex Jensen
SEOUL
Seoul telah mengirim utusan khusus ke Libya untuk membantu membebaskan seorang warga Korea Selatan yang diculik bulan lalu bersama dengan sedikitnya dua insinyur Filipina.
Mereka diculik pada 6 Juli di sebuah instalasi air di barat Jabal Hasouna.
Pekan lalu, Korea Selatan mengungkapkan bahwa mereka telah mengirim sebuah kapal perang ke Libya, setelah rekaman para korban penculikan itu beredar di media sosial.
Hingga saat ini belum diketahui jumlah pasti tawanan dari Filipina ataupun kelompok apa yang mendalangi penculikan itu.
Kantor berita Yonhap menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha telah mengirim diplomat Baik Joo-hyeon ke Libya. Baik pernah menyelesaikan dua insiden penculikan sebelumnya di lepas pantai Somalia.
Seoul bersama dengan pemerintah Libya telah meminta jasa konsultan manajemen risiko untuk membantu menemukan para sandera.
"Hasil analisis itu digunakan untuk upaya pembebasan mereka," kata seorang pejabat pemerintah seperti dilansir oleh Yonhap.
Korea Selatan juga menjalin komunikasi dengan Filipina - yang juga mengerahkan satuan tugas tingkat tinggi - untuk berkoordinasi dengan pemerintah Libya dalam penyelamatan para insinyur Filipina.
"Kami telah membentuk tim anggota kabinet tingkat tinggi untuk berurusan dengan pemerintah Libya dan membantu upaya pembebasan," jelas juru bicara kepresidenan Filipina Harry Roque, Selasa.
Satuan tugas itu terdiri dari Menteri Luar Negeri Alan Peter Cayetano, Menteri Tenaga Kerja Silvestre Bello III, Penasihat Presiden untuk hubungan luar negeri dan urusan Islam Abdullah Mamao, dan Kepala Otoritas Keamanan Mindanao Abul Khayr Alonto.