26 Juli 2017•Update: 27 Juli 2017
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menargetkan pada 2018 mendatang militer Indonesia sudah menggunakan pesawat tanpa awak (drone) untuk pertahanan udara, Rabu.
Untuk kebutuhan drone tersebut sudah dimasukkan dalam anggaran Alat Utama Sistem Pertahanan (alutsista).
“Lagi cari yang bagus, yang lebih murah, beli saja sedikit nanti dikembangkan. Besok saya akan minta pabrik drone datang , uji coba mana yang bagus,” ujar Ryamizard setelah rapat terbatas terkait pengadaan alutsista di Kantor Presiden, di Jakarta.
Ryamizard mengatakan pesawat tanpa awak tersebut sangat cocok dengan kondisi geografis di Indonesia. Bahkan kata dia, Indonesia membutuhkan banyak pesawat tanpa awak.
“Butuh banyak dong kita negara kepulauan, ini lebih murah dibandingkan pesawat,” jelasnya.
Selain drone, Ryamizard juga menyatakan pembelian 11 pesawat Sukhoi sudah dalam tahap final. Proses negosiasi pun sudah dilakukan oleh Rusia sejak dua tahun lalu. Namun, sayangnya Ryamizard tidak menjelaskan secara rinci berapa nilai 11 pesawat tempur Sukhoi tersebut.