Iqbal Musyaffa
14 September 2017•Update: 14 September 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Ajang sidang majelis umum PBB ke-72 di New York pada 18-25 September mendatang akan digunakan Indonesia untuk mengajak Myanmar dan Bangladesh mencari penyelesaian konflik di Rakhine.
Saat ini, PBB mengatakan, lebih dari 300 ribu pengungsi Rohingya telah mengungsi dari Rakhine ke Bangladesh untuk mencari perlindungan akibat konflik berkepanjangan.
Komunikasi antar kedua negara berbatasan itu pun disebut-sebut tidak cair.
Hubungan komunikasi yang baik antara Bangladesh dan Myanmar serta tetangga lainnya menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir, menjadi hal yang sangat penting.
“Kita selalu dorong kedua negara untuk terus berupaya melakukan komunikasi terbuka untuk mengatasi isu-isu yang muncul di perbatasan yang ada saat ini,” ujarnya di Jakarta, Kamis.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, kata Armanatha Nasir, selalu menekankan hal ini dalam setiap pertemuan dengan pemerintah Myanmar dan juga Bangladesh.
“Kita berharap di New York nanti ada komunikasi antar dua negara, sehingga berbagai isu yang dihadapi dapat dibahas di sana,” lanjutnya.
Meskipun pada sidang majelis umum PBB nanti State Counsellor Myanmar, Aung San Suu Kyi tidak hadir, Armanatha mengatakan pembicaraan antar kedua negara bisa dilakukan oleh Menteri Muda Urusan Luar Negeri Myanmar dan Menteri Luar Negeri Bangladesh ataupun pejabat lain dari kedua negara tersebut.
“Ketidakhadiran Aung San Suu Kyi bisa dimengerti karena kondisi di Rakhine belum stabil,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, Armanatha juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan para negara-negara anggota PBB juga akan membahas kondisi dan situasi terkini serta jalan keluar konflik Rakhine di New York.
Memberi daftar kebutuhan
Sementara itu Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Myanmar Ei Ei Khin Aye sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dua hari yang lalu, sekaligus memberikan secara resmi daftar barang-barang bantuan yang dibutuhkan kepada Indonesia..
“Daftar bantuan yang dibutuhkan akan kita bahas untuk diproses,” ujar Armanatha Nasir.
Indonesia sedang mengirimkan bantuan untuk warga Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh menggunakan 4 pesawat Hercules. Bantuan ke Bangladesh didahulukan karena pemerintah setempat memberikan daftar kebutuhan bantuan lebih dulu ke pemerintah Indonesia.
“Setelah Myanmar mengirim daftar kebutuhan bantuannya, dalam waktu dekat juga akan segera kita kirim ke sana,” lanjut Armanatha.
Terkait jenis barang-barang kebutuhan, menurutnya tidak jauh berbeda dari apa yang dibutuhkan pemerintah Bangladesh untuk pengungsi Rohingya.