14 Juli 2017•Update: 17 Juli 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Dengan jatuhnya Mosul dari cengkraman al-Dawla al-Islamiya al-Iraq al-Sham (Daesh) atau ISIS, Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat untuk menutup pintu masuk kelompok teroris tersebut.
Tujuannya agar sel-sel tidur ISIS tak bangkit dan melakukan aksi teror di Indonesia.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan ada sejumlah 16 titik sel Daesh di Indonesia.
TNI sudah melakukan penutupan pintu masuk terutama di pulau-pulau terluar seperti Marore dan Miangas, dua pulau yang dekat dengan Filipina.
Jalur itu telah ditutup menggunakan berbagai operasi darat, udara dan laut. Seperti operasi udara, menggunakan kapal selam, dan menempatkan awak TNI di perbatasan dan pulau terluar.
“Kalau tidak kita tutup, [itu] berbahaya. TNI sedang mendalami lagi. Kepolisian dan Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) juga sama-sama melakukan penyelidikan,” katanya, di Kompleks Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat.
Selain itu, TNI juga sudah menutup pintu masuk dari beberapa tempat pelarian seperti Tarakan, Kalimantan Timur, dan Bitung dari jalur Marore, Miangas, Tahuna dan Kalawu.