Hayati Nupus
19 September 2017•Update: 20 September 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami cuaca panas dan terik pada Senin, 18 September. Kondisi ini setidaknya melanda Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.
“Ini merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi pada bulan-bulan puncak musim kemarau,” jelas Deputi Klimatologi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo, kepada Anadolu Agency, Senin sore.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG, suhu udara berkisar 34.0 – 37.5 derajat celcius.
“Berdasarkan data klimatologis kita selama 30 tahun, angka ini masih dalam kisaran normal,” kata Mulyono.
Mulyono menyebutkan dua penyebab terjadinya cuaca panas tersebut. Pertama, gerak semu matahari yang pada 22-23 September ini berada tepat di atas garis khatulistiwa.
“Sehingga radiasi matahari yang masuk cukup optimum,” ujar Mulyono.
Kedua, adanya aliran massa udara dingin dan kering dari Australia mengarah ke wilayah Indonesia bagian selatan, terutama Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.
“Hal ini ditandai dengan kelembaban udara <60 persen di ketinggian 3.000-5.000 mdpl,” katanya.