Pizaro Gozali
16 Oktober 2017•Update: 18 Oktober 2017
Pizaro Gozali
JAKARTA
Presiden Jaringan Aksi Muslim Asia (AMAN) Azyumardi Azra mengatakan upaya menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya harus melibatkan peacebuilder (pembangun perdamaian).
"Bantuan kemanusiaan saja tidak cukup, harus ada upaya mendamaikan masyarakat Budha dengan Islam," ujar dia di sela-sela The 6th Action Asia Peacebuilders Forum di Jakarta, Senin.
Peran peacebuilder di Myanmar, kata Azyumardi, adalah mengubah perspektif yang tadinya kerap berkonflik menjadi cara pandang yang mengutamakan perdamaian.
"Itu bisa ditumbuhkan oleh peacebuilder," kata dia.
Menurut dia, lembaga kemanusiaan tidak memiliki pengalaman sebagai peacebuilder. Karena itu, para pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) harus mendapatkan bekal strategi membangun perdamaian di daerah konflik.
"Selain Rohingya, para peacebuilder ini perlu juga dikirim ke Patani, Thailand Selatan, dan Mindanao, Filipina Selatan," tukas dia.
Ketika bekerja sebagai juru damai, peacebuilder bisa menjalin kerjasama dengan badan internasional seperti UNHCR agar mendapatkan legitimasi.
"Kalau bergerak sendiri agak sulit," ujar dia.