Iqbal Musyaffa
29 Februari 2020•Update: 02 Maret 2020
Bandung
Bank Indonesia (BI) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 dari kisaran 5,1-5,5 persen menjadi 5-5,4 persen.
Pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi ini untuk rasionalisasi dari dampak penyebaran virus korona.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI IGP Wira Kusuma mengatakan penyebaran virus korona ke sejumlah negara juga berdampak pada ekonomi Indonesia.
“Pemangkasan proyeksi tersebut penyebab utamanya karena dampak dari virus korona,” ujar Wira dalam diskusi di Bandung, Sabtu.
Pemangkasan proyeksi ekonomi tersebut juga sejalan dengan perkiraan ekonomi global yang hanya akan tumbuh 3 persen dari proyeksi semula 3,1 persen.
Akan tetapi, Wira mengatakan pemangkasan proyeksi tersebut bukan berarti bank sentral pesimistis terhadap kondisi ekonomi Indonesia pada keseluruhan tahun ini.
Menurut Wira, rasionalitas proyeksi tersebut menjadi sinyal bagi seluruh pelaku ekonomi bahwa BI melakukan penghitungan sesuai dengan kondisi yang ada.
“Jadi apa yang mendasari kita turunkan proyeksi adalah assessment mendalam, tanpa menghilangkan optimisme yang rasional dan kredibel,” lanjut dia.
Wira menambahkan BI juga memangkas proyeksi pertumbuhan kredit pada 2020 dari 10-12 persen menjadi 9-11 persen karena permintaan kredit yang belum kuat akibat pertumbuhan ekonomi yang juga melambat.
“Kita memang sudah turunkan suku bunga acuan, namun demikian ada faktor lain yang memengaruhi [pertumbuhan kredit], yaitu pertumbuhan ekonomi yang belum kuat dorong kredit,” imbuh Wira.