Ekonomi, Regional

Temasek tunda kenaikan gaji karyawan karena wabah Covid-19

Perusahaan memotong tahunan manajemen senior, yang juga diminta secara sukarela menurunkan gaji pokok mereka sebanyak 5 persen

Muhammad Nazarudin Latief  | 26.02.2020 - Update : 02.03.2020
Temasek tunda kenaikan gaji karyawan karena wabah Covid-19 Ilustrasi (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Perusahaan investasi milik pemerintah Singapura Temasek Holdings Pte, menunda kenaikan gaji karyawan di seluruh perusahaan untuk jangka waktu yang belum ditentukan di tengah wabah Covid-19, ujar perusahaan tersebut seperti dilansir The Star, Selasa.

Perusahaan itu juga meminta jajaran manajemen senior mengurangi bayaran mereka secara sukarela hingga satu tahun.

Temasek akan menghentikan semua kenaikan gaji berkala dan kenaikan gaji karena jenjang kepangkatan untuk jangka waktu yang akan "ditentukan oleh kondisi pasar."

Perusahaan juga memotong bonus tahunan manajemen senior dan meminta mereka secara sukarela menurunkan gaji pokok hingga 5 persen.

Temasek akan menyumbangkan sebagian dari uang hasil penghematannya untuk inisiatif sukarelawan staf, dan memberikan bantuan pada masyarakat sesuai kebutuhan.

Ini bukan kali pertama bagi Temasek, perusahaan yang mengelola dana sebesar USD224 miliar, menerapkan kebijakan seperti ini. Saat wabah SARS pada 2003 dan krisis keuangan global pada 2008, kebijakan serupa juga diambil.

Ho Ching, istri Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, adalah Chief Executive Officer Temasek Holdings.

Ini menunjukan pola pikir dari kepemilikan perusahaan ini, selalu berbagi baik keuntungan maupun rasa sakit kepada para pemegang saham serta mendukung komunitas kami yang lebih luas," ujar seorang juru bicara Temasek, menggambarkan inisiatif sebagai "langkah pengendalian gaji."

Dampak investasi di China

Temasek banyak menanamkan modalnya di China, sekitar 26 persen dari total modal pada Maret 2019. Hal ini berarti wabah Covid-19 berdampak besar pada portofolio perusahaan ini.

Perusahaan ini menanamkan miliaran dolar di Alibaba Group dan Industrial & Commercial Bank of China. Saham kedua perusahaan ini jatuh sejak 1 Januari, karena memiliki saham di Singapore Airlines. Maskapai yang kini sedang berkontraksi dengan menghentikan rekruitmen termasuk meminta staf untuk mengambil cuti tanpa gaji, menurut laporan Straits Times, Senin, mengutip surat internal dari CEO Goh Choon Phong.

Sejauh ini, Temasek mengambil strategi investasi dengan pembelian pada “tren strukrural, seperti mengubah pola konsumsi masyarakat. Bisnis ini secara global telah terganggu saat pemerintah menurunkan pergerakan warga dan produksi barang.

Singapura, yang kini sudah tercatat mempunyai lebih dari 80 kasus Covid-19, menurunkan prospek pertumbuhannya pada 2020 menjadi -0,5 persen hingga 1,5% karena penurunan sektor pariwisata.

Negara itu juga mengumumkan rencana memperlebar defisit fiskal sekitar SGD6,4 miliar, terbesar sejak 1997, untuk menopang perekonomian dan melawan dampak virus.

Temasek diharapkan memberikan keuntungannya pada Juli.

Chief Executive Officer Temasek International Dilhan Pillay mengatakan bahwa mereka telah meningkatkan nilai portofolionya sekitar 3 persen selain meningkatkan jumlah transaksi secara signifikan.

Perusahaan ini memiliki sekitar 800 karyawan dari 30 negara di 11 kantor. Para staf terbiasa terlibat dalam kegiatan sosial, mulai dari membagikan makanan di New York hingga pembuatan sabun di Shenzhen dan mengajar anak-anak tentang lingkungan di Mumbai.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.