Erric Permana
03 September 2018•Update: 03 September 2018
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku akan memantau transaksi pelaku pasar atau industri yang menggunakan dolar terkait pelemahan rupiah terhadap mata uang negara Paman Sam itu.
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, pemerintah bakal menindak tegas jika nantinya ada pelaku pasar yang melakukan transaksi dolar yang bisa menimbulkan spekulasi atau sentimen negatif.
“ [ transaksi legitimate atau sah, jika] kita [pelaku pasar] mengimpor bahan baku, barang modal, dan memang bisnisnya ada, untuk bayar hutang kembali [menggunakan dolar]. Memang ada kebutuhan yang legit, kalau tidak kan mereka lakukan sesuatu yang spekulatif,” ujar Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakart pada Senin.
Untuk memperkuat pondasi perekonomian menghadapi pelemahan rupiah itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku akan melakukan pengendalian impor. Selain itu juga dia berharap para pelaku industri di dalam negeri untuk melihat peluang subtitusi impor.
“Kami bersama Mendag dan Menperin melihat komposisi dari komoditas yang selama ini diimpor namun nilai tambah ke perekonomian tidak banyak. Dia bukan bahan baku, barang modal, dan ini barang konsumsi dan ini pun bentuk konsumsi yang tersier, bukan orang konsumsi tempe dan tahu,” kata dia.
Pemerintah kata dia juga tetap waspada menyusul adanya krisis yang terjadi di Argentina. Dia memperkirakan dampak krisis tersebut akan berpengaruh kepada negara-negara berkembang.
“Kami melihat eprgerakan global kami terus waspadai karena dinamika yang ebrasal dari sentimen Argentina ini tinggi sekali dan kadang dikombinasikan dengan kondisi di negara emerging yang lain. Karena situasi di sana belum selesai, makanya kita antisipasi bahwa tekanan ini masih akan berlangsung,” jelas dia.