Iqbal Musyaffa
08 September 2020•Update: 08 September 2020
JAKARTA
Dalam perdagangan sore ini Rupiah ditutup melemah tipis 25 poin ke level Rp14.765 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp14.740.
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dalam perdagangan besok Rupiah masih akan berfluktuatif dan ditutup melemah tipis antara 10-30 poin ke level Rp14.750-14.820 per dolar AS.
Sementara itu, IHSG ditutup menguat 0,27 persen ke level 5.244,07 dengan nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,30 triliun. Pada sore hari ini investor asing membukukan net sell sebesar Rp286,42 miliar.
Ibrahim mengatakan fokus pasar pada minggu ini berada pada pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB), Kamis mendatang.
“Meskipun keputusan kebijakan ECB akan dikeluarkan pada hari itu, namun secara luas diperkirakan tetap tidak berubah, fokusnya pada perkiraan inflasi bank,” ujar Ibrahim dalam keterangan resmi, Selasa.
Dia mengatakan rapat kebijakan ini terjadi setelah mata uang euro mencapai level tertinggi dua tahun di atas USD1,20 pada awal bulan dan serta komentar dari kepala ekonom ECB Philip Lane untuk menurunkan mata uangnya agar tidak dapat dimanfaatkan oleh para spekulan.
Faktor lain menurut Ibrahim adalah konflik dua negara ekonomi terbesar dunia yaitu AS dan China yang terus membara setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada konferensi pers Gedung Putih pada hari Senin bahwa dia bermaksud untuk mengekang hubungan ekonomi antara kedua negara.
“Apalagi di Hongkong telah terjadi demonstrasi besar-besaran yang berujung bentrokan dengan aparat kepolisian Hongkong dan terjadi penangkapan 100 lebih aktivis yang menginginkan pemilu dipercepat,” tambah dia.
Kemudian, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dilaporkan sedang mempertimbangkan undang-undang untuk mengesampingkan perjanjian penarikan Brexit negara itu dengan Uni Eropa (UE).
“Berita tersebut memicu peringatan Uni Eropa bahwa tidak akan ada kesepakatan jika Inggris melanjutkan langkah tersebut, dan meningkatkan prospek Brexit yang sulit lagi,” kata Ibrahim.
Selanjutnya faktor internal yang berpengaruh pada hari ini menurut dia adalah pertumbuhan ekonomi dalam negeri di kuartal ketiga yang kemungkinan akan terjadi kontraksi minus 2 persen sampai minus 1 persen dibandingkan dengan negara lainnya seperti AS, Singapura, dan negara-negara Eropa yang terkontraksi lebih dalam akibat pandemi virus korona.
Ibrahim mengatakan untuk membantu daya beli masyarakat, pemerintah kembali melakukan program stimulus besar-besaran yang berfokus pada penanganan kesehatan masyarakat melalui program kesehatan, bantuan sosial seperti bantuan langsung tunai (BLT), Bansos (Sembako) hingga program keluarga harapan(PKH).
Selain itu, juga ada program bantuan yang ditujukan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM) serta bantuan untuk karyawan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan yang bergaji di bawah Rp5 juta, mendapat bantuan sebesar Rp600.000 selama 4 bulan.