Barry Eitel
21 Desember 2017•Update: 22 Desember 2017
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Beberapa jam setelah Partai Republik meloloskan RUU Perpajakan di Kongres Amerika Serikat (AS) pada Rabu, sejumlah perusahaan-perusahaan besar mengatakan akan menaikkan gaji dan bonus pegawai.
Rencana reformasi pajak itu tinggal menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump sebelum disahkan, menjadi kemenangan legislatif besar bagi Gedung Putih dan Partai Republik.
Konglomerat seperti AT&T, Comcast, Fifth Third Bank, Boeing dan Wells Fargo mengatakan mereka sekarang akan menaikkan gaji karyawan dan memberikan bonus lebih besar. Langkah mereka itu datang menyusul wacana Partai Republik yang mengatakan reformasi pajak yang menurunkan pajak korporat secara drastis itu akan menjadi kabar baik bagi karyawan.
AT&T berencana memberikan bonus sebesar USD 1.000 bagi sekitar 200.000 staf, khusus sekali ini saja setelah pengesahan undang-undang itu.
"Kongres, bekerja sama dengan presiden, mengambil langkah besar agar perusahaan-perusahaan AS membayar pajak setara dengan negara-negara industrial lainnya," kata CEO AT&T Randall Stephenson.
Fifth Third Bank Corp mengatakan mereka akan menaikkan upah minimum pegawai menjadi USD 15 per jam dan juga membagi-bagikan bonus kepada lebih dari 13.500 karyawan.
Wells Fargo juga berencana menaikkan upah minimum menjadi USD 15 per jam.
"Ini baik bagi komunitas kami, karyawan dan juga Fifth Third Bank," kata CEO Greg Carmichel menanggapi reformasi pajak itu.
Dalam rancangan undang-undang baru ini, pajak korporasi dipotong dari 35 persen menjadi 21 persen. Belum jelas apakah itu akan hal yang menguntungkan bagi karyawan sekali ini saja atau terus menerus.
Trump dan anggota Kongres Partai Republik mengatakan penghematan pajak itu bisa dimanfaatkan untuk gaji pegawai, namun kritikus mengatakan uang itu akan dialirkan ke pemegang saham.