Muhammad Latief
JAKARTA
Pertamina telah mendapatkan hak pengelolaan 12 blok migas terminasi (yang sudah berakhir masa kontraknya) dari pemerintah sepanjang 2017 dan kuartal I/2018.
Plt Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan tambahan blok terminasi tersebut bisa menggenjot produksi perseroan, menjadi sekitar 40 persen dari sebelumnya hanya 20 persen.
“Dalam dua tahun terakhir kita dapat WK (wilayah kerja) terminasi yang mampu menggandakan produksi Pertamina dalam dua-tiga tahun ke depan," ujar Nicke dalam siaran persnya, Sabtu.
Sebanyak 12 blok migas yang diberikan ke Pertamina adalah Blok Offshore North West Java (ONWJ) pada Januari 2017, Blok Mahakam pada awal 2018, Delapan blok terminasi yang diberikan April 2018 lalu (Tengah, Attaka, East Kalimantan, North Sumatera Offshore, Sanga-sanga, Southeast Sumatera, Tuban, dan Ogan Komering), dan dua blok terminasi 2019 pada Mei 2018 yaitu Blok Jambi Merang, serta Blok Pendopo-Raja.
Sejauh ini, Pertamina memperoleh pendapatan sekitar USD24 miliar dari 10 WK penugasan. Dua tambahan blok migas, yaitu Jambi Merang dan Pendopo Raja.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi mengatakan penyerahan 12 blok migas ini untuk mendukung Pertamina menjadi perusahaan migas besar, profesional, dan berdaya saing di level internasional
“Itu banyak, dan bloknya bagus-bagus. Itu bukti dukungan Pemerintah ke Pertamina," ungkap Agung.
Pertamina, menurutnya bertugas tidak hanya menghasilkan keuntungan bagi negara, tapi yang lebih penting adalah pelayanan penyediaan energi secara merata bagi masyarakat.
Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan pengelolaan dua blok migas baru, yaitu Blok Jambi Merang, serta Blok Pendopo-Raja akan melibatkan operator lain termasuk pemerintah daerah.
Blok Pendopo-Raja berakhir kontraknya pada 5 Juli 2019, saat ini dikelola oleh Joint Operation Body (JOB) PT Pertamina (Persero) dengan Golden Spike Energy Indonesia dengan kepemilikan masing-masing 50 persen di luar Participating Interest (PI) daerah.
Kemudian, Jambi Merang yang kontraknya akan habis pada 9 Februari 2019, dikelola oleh Talisman dan PI dimiliki oleh Pertamina dan Pacific Oil and Gas.
news_share_descriptionsubscription_contact
