Permintaan emas dunia cetak rekor tertinggi pada 2025
Permintaan emas untuk investasi melonjak 84 persen, didorong arus masuk besar ke ETF emas
ISTANBUL
Permintaan emas global mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025 dengan total 5.002 ton, didorong meningkatnya minat aset lindung nilai di tengah ketegangan geopolitik dan melemahnya kepercayaan terhadap dolar Amerika Serikat.
Dalam pernyataan yang dirilis Dewan Emas Dunia (World Gold Council) pada Kamis (29/1), disebutkan permintaan emas global naik 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut terjadi seiring harga emas yang mencetak 53 rekor tertinggi baru sepanjang tahun.
“Kombinasi kenaikan permintaan dan reli harga emas menghasilkan nilai pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya, mencapai 555 miliar dolar AS, atau meningkat 45 persen secara tahunan,” demikian pernyataan Dewan Emas Dunia.
Permintaan emas untuk investasi mencatat lonjakan paling signifikan, naik 84 persen secara tahunan menjadi 2.175 ton. Arus masuk ke reksa dana berbasis emas atau exchange-traded funds (ETF) mencapai 801 ton dan untuk pertama kalinya melampaui permintaan perhiasan emas.
Sebaliknya, permintaan perhiasan emas turun 18 persen sepanjang tahun lalu akibat melonjaknya harga emas. Di China, permintaan perhiasan emas merosot 24 persen dan mencapai level terendah sejak 2009.
Pembelian emas fisik juga meningkat. Permintaan global terhadap emas batangan dan koin naik 16 persen menjadi 1.374 ton. China dan India menjadi penyumbang terbesar, mencakup lebih dari 50 persen kenaikan permintaan pada kategori ini.
Di sisi pasokan, total suplai emas global meningkat 1 persen dan mencapai rekor baru sebesar 3.672 ton. Aktivitas daur ulang emas naik 3 persen menjadi 1.404 ton, meski peningkatan tersebut dinilai relatif rendah dibandingkan lonjakan harga emas dalam dolar AS yang mencapai 67 persen.
Dewan Emas Dunia juga mencatat permintaan emas untuk sektor teknologi relatif stabil, meski industri elektronik konsumen mengalami gangguan. Stabilitas tersebut didukung pertumbuhan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
Pembelian bank sentral melambat
Laporan tersebut menyebut pembelian emas oleh bank sentral dunia turun 21 persen dibandingkan 2024, dari 1.092 ton menjadi 863,3 ton pada 2025.
Meski demikian, Dewan Emas Dunia menilai pembelian emas oleh bank sentral masih berada pada level historis yang tinggi, meskipun lajunya melambat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Ke depan, Dewan Emas Dunia memperkirakan permintaan emas akan tetap kuat, terutama untuk ETF serta emas batangan dan koin, seiring berlanjutnya ketegangan geopolitik dan masih tingginya minat bank sentral terhadap emas.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
