İqbal Musyaffa
29 Januari 2019•Update: 29 Januari 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di perdagangan pasar spot hari ini, Selasa, dengan nilai tukar Rp14.065 per dolar AS sehingga belum mampu mendorong dolar AS keluar dari zona Rp14.000.
Analis Global Market Bank Mega James Evan Tumbuan mengatakan kondisi rupiah tidak banyak berubah dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Rupiah menurut dia, akan bergerak di kisaran Rp14.062-Rp14.093 per dolar AS.
“Dolar AS melemah terhadap mata uang-mata uang mayor, karena beralihnya fokus investor ke rapat Federal Reserve pada tanggal 29-30 Januari,” jelas Evan.
Dia mengatakan Gubernur The Fed Jerome Powell diperkirakan akan mempertimbangkan risiko-risiko yang mengancam pertumbuhan ekonomi AS dan global. Sehingga, kenaikan suku bunga pada tahun ini kemungkinan tak dapat dilakukan segencar tahun 2018 lalu.
“Kenaikan suku bunga bahkan bisa dihentikan dulu sementara. Oleh sebab itu, Indeks Dolar AS masih melanjutkan penurunan tipis 0,08 persen ke 95,73,” urai dia.
Selain itu, Evan mengatakan harga obligasi rupiah pemerintah terlihat menguat di tengah perhatian pelaku pasar yang akan menyoroti pertemuan pemerintah China-Amerika Serikat.
Evan menambahkan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin mengungkapkan harapannya agar perundingan dagang pada 30-31 Januari nanti dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He akan menghasilkan kemajuan yang signifikan.
Namun, Evan menilai perundingan akan berjalan tidak terlalu lancar karena di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat (AS) pada saat yang sama menjatuhkan tuduhan pidana kepada Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou dan dua afiliasinya atas dugaan penipuan bank untuk melanggar sanksi terhadap Iran.
Evan menambahkan dalam dakwaan yang diajukan di New York, AS, Departemen Kehakiman mengatakan Huawei menyesatkan sebuah bank global dan otoritas AS mengenai hubungannya dengan anak usaha, Skycom dan Huawei Device USA, demi menjalankan bisnis di Iran.
“Kasus ini telah memanaskan hubungan antara China dan AS,” tambah Evan.