İqbal Musyaffa
24 April 2018•Update: 24 April 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan agar pemerintah terus berjuang menggenjot ekspor di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang terus merosot.
Ketua Apindo Anton Supit berkata kepada Anadolu Agency, Selasa, pemerintah harus terus memperjuangkan ekspor produk unggulannya yang terhadang kebijakan negara lain, seperti produk otomotif yang saat ini terganjal di Vietnam.
“Ini untuk kepentingan negara, bukan hanya untuk kepentingan industri,” tegas dia.
Supit mengatakan, dalam kondisi tertekannya rupiah seperti saat ini, pemerintah harus mengutamakan pertumbuhan ekspor serta investasi, bukan hanya menggenjot konsumsi.
“Kita juga perlu memperbaiki fasilitas perdagangan kita sehingga ekspor kita tidak diganggu serta terus memperbaiki iklim dan kebijakan investasi,” lanjut Supit.
Peningkatan ekspor dan investasi, menurut dia, akan membuat cadangan devisa bertambah dan memperkuat makroekonomi. Penguatan cadangan devisa mutlak diperlukan seiring dengan terus merosotnya cadangan devisa saat ini sebagai upaya bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret lalu tercatat sebesar USD126 miliar atau turun USD2 miliar dari posisi cadangan devisa pada Februari yang berada di posisi USD128,05 miliar.
Sebelumnya, posisi cadangan devisa sempat berada pada posisi USD132,98 miliar di akhir Januari.
Tapi, Supit melihat pelemahan nilai tukar ini merupakan fenomena global yang sering terjadi dan dirasakan oleh banyak negara. Oleh karena itu, dia berharap kondisi ini hanya akan berlaku sesaat dalam jangka pendek, sehingga tidak akan memengaruhi kenaikan harga komoditas yang dibutuhkan masyarakat.