İqbal Musyaffa
28 Februari 2018•Update: 28 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah melalui Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) menyatakan 34 dari 37 proyek layang yang sebelumnya dihentikan kini boleh dilanjutkan kembali.
“Dari hasil evaluasi, 34 proyek tersebut dapat dilanjutkan dan beberapa diantaranya dilanjutkan dengan catatan,” kata Ketua KKK sekaligus Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanuddin melalui keterangan resmi, Selasa malam.
Dari 34 proyek tersebut, 30 proyek diantaranya merupakan proyek jalan tol.
Selain jalan tol, juga terdapat tiga proyek pembangunan kereta ringan cepat (LRT) yang mendapat rekomendasi untuk dilanjutkan yakni PT Wijaya Karya (LRT Velodrome-Kelapa Gading), PT Adhi Karya (LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi) dan PT Waskita Karya (LRT Palembang).
Rekomendasi lanjut ujar Syarief, juga diberikan untuk PT Hutama karya pada proyek double-double track jalur kereta Manggarai-Jatinegara dengan catatan setelah dilakukan pembongkaran launcher gantry lama dan pemasangan launcher gantry yang baru.
Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah mengeluarkan surat pada tanggal 21 Februari 2018 yang ditujukan kepada 32 badan usaha jalan tol, 3 kontraktor LRT, 1 kontraktor pembangunan double double track Manggarai-Jatinegara dan seluruh Kepala Balai Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Kementerian PUPR, perihal pemberhentian sementara pekerjaan konstruksi layang.
Syarief menegaskan bahwa evaluasi tim KKK tidak akan menghambat pekerjaan konstruksi di lapangan.
Evaluasi menurut dia ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan konstruksi.
“Kecepatan penting tetapi keselamatan harus diutamakan,” jelas dia.