İqbal Musyaffa
24 Juli 2018•Update: 24 Juli 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia (BI) mengakui penerbitan kembali Sertifikat Bank Indonesia (SBI) bertenor 9 dan 12 bulan tidak langsung berdampak pada stabilitas nilai tukar rupiah, meskipun tujuan dari penerbitan SBI adalah untuk membantu menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah dalam diskusi di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa SBI kembali diluncurkan setelah terakhir kali dilelang pada Desember 2016 sebagai variasi instrumen di pasar uang selain Surat Berharga Negara (SBN) dan instrumen lainnya.
Nilai tukar rupiah pada hari ini berada pada kisaran Rp14.525 - Rp14.570 per USD atau lebih rendah dari perdagangan kemarin di level Rp14.454 per USD.
“Penerbitan SBI juga agar capital inflow semakin besar agar investor asing memiliki pilihan instrumen dengan yield yang atraktif,” jelas Nanang.
SBI ini juga untuk melengkapi instrumen moneter berupa suku bunga kebijakan yang telah dinaikkan BI sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen yang menurut Nanang cukup menarik bagi investor.
“Karena dengan kenaikan policy rate itu bagian dari upaya BI untuk menarik investasi di Indonesia dan juga untuk investor asing,” kata Nanang.
Meski begitu, Nanang mengatakan penerbitan SBI tidak bersifat permanen. Apabila instrument di pasar keuangan telah variatif dan berkembang, maka SBI tidak perlu lagi ada.
Dalam lelang SBI yang kembali dilakukan BI pada Selasa, terdapat total penawaran yang masuk sebesar Rp14,24 triliun yang terbagi ke dalam SBI tenor 9 bulan sebesar Rp7,885 triliun dan SBI tenor 12 bulan sebesar Rp6,355 triliun.
Dari proses lelang tersebut, BI mendapatkan dana dari SBI sebesar Rp5,975 triliun yang terdiri dari Rp4,18 triliun untuk SBI tenor 9 bulan dan Rp1,795 triliun untuk tenor 12 bulan.
BI menetapkan suku bunga untuk SBI 9 bulan sebesar 6,0458 persen dan untuk SBI 12 bulan sebesar 6,1734 persen. Suku bunga tersebut berada di bawah rata-rata penawaran untuk SBI 9 bulan sebesar 6,38198 persen dan untuk SBI 12 bulan 6,71515 persen.
Nanang menambahkan, BI akan kembali melakukan lelang SBI pada bulan depan.