Hayati Nupus
23 Juli 2018•Update: 24 Juli 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengatakan belum pernah memutakhirkan sistem elektronik KRL sejak 2013 lalu.
Padahal, ujar Direktur Utama KCI Wiwik Widayati, KCI diharuskan dapat terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya.
“Mau tidak mau kami harus melakukan pembaruan sistem kami,” ujar Wiwik, Senin, di Jakarta.
Wiwik mengatakan dalam waktu dekat KRL akan terintegrasi dengan Light Rail Transit (LRT) Jakpro dan Jabodebek, juga Mass Rapid Transit (MRT).
“Diharapkan ada sinergi antar moda, dan dengan platform sama, sehingga pengguna bisa pakai kartu yang sama di tempat lain,” kata Wiwik.
Sejak Sabtu lalu, KCI melakukan pemutakhiran sistem elektronik. Mulanya pemutakhiran sistem itu direncanakan rampung pada Minggu namun ternyata molor hingga Senin.
KCI menyiasatinya dengan penggunaan tiket kertas bertarif flat Rp3000, namun penumpang harus mengantre panjang untuk memperoleh tiket kertas itu.
Wiwik mengatakan setiap harinya, KCI melayani sekitar 1 juta penumpang.
Mayoritas pengguna KRL itu, ujar Wiwik, menggunakan kartu multitrip dan Tiket Harian Berjaminan, sebanyak 80 persen. Sedang sisanya menggunakan kartu bank seperti Bank Mandiri, BCA, BRI dan BNI.
General Manager PT Telkom Zamzani mengatakan Indonesia memiliki visi penggunaan kartu untuk transportasi. Mayoritas kartu-kartu tersebut digunakan untuk transportasi KRL.
“KRL paling besar jumlahnya, tapi mulai hari ini tiket elektronik itu sudah dapat digunakan kembali,” ujar Zamzani.