Muhammad Nazarudin Latief
11 Januari 2018•Update: 12 Januari 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperoleh pendapatan negara bukan pajak sebesar Rp933 miliar selama 2017 atau 140 persen melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp671,26 miliar.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan penerimaan panas bumi ini terdiri dari PNBP Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) eksisting sebesar Rp909 miliar dan WKP Izin Panas Bumi sebesar Rp24 miliar
"Tapi ini masih ada target yang bisa kita capai di 2018," ujar Rida.
Menurut Rida, kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik (PTL) Panas Bumi yang sudah terpasang mencapai 1.808,5 Mega Watts (MW) lebih rendah dari target 1.858,5 MW.
Tapi kapasitas terpasang pada 2017 masih lebih tinggi dari 2016 yang hanya 1.643,5 MW, tambah Rida.
“Target tahun ini kapasitas terpasang sebesar 2.058,5 MW,” ujar Rida.
Sedangkan untuk PLT Bioenergi pada 2017, kata dia, kapasitas terpasang mencapai 1.838,3 MW, lebih rendah dari target sebesar 1.881 MW. Tahun ini targetnya, 2.030 MW.
Sedangkan dari penjualan energi listrik dari energy terbarukan saat ini sudah mengantongi 68 power purchasing agreement (PPA) dengan total kapasitas 1.207 MW, kata Rida.
“Kecenderungannya memang naik terus. Bisa tercapai minimal 5.000 MW pada 2025,” ujar Rida.
Untuk menambah kapisitas, pemerintah akan membangun pembangkit listrik tenaga surya dalam skala besar dengan memanfaatkan genangan air, berupa danau atau dam untuk pemasangan instalasinya.
“Kita sudah punya jaringan tol listrik di Sumatera, ini akan menarik investor,” ujar Rida.