Iqbal Musyaffa
12 Maret 2020•Update: 12 Maret 2020
JAKARTA
Pemerintah membuka kemungkinan untuk merelaksasi izin impor bawang putih untuk mengatasi kelangkaan pasokan di pasar sehingga menyebabkan lonjakan harga.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan kebijakan relaksasi impor akan ditempuh apabila upaya pemerintah mengantisipasi kenaikan harga bawang putih dengan melakukan operasi pasar pada minggu depan belum mampu membuat harga bawang putih normal.
Menteri Agus mengatakan sejauh ini belum ada hambatan pasokan bawang putih dari China, namun pemerintah telah menyiapkan alternatif asal impor bawang putih dari India.
“Dari China tidak ada banyak halangan, hanya perlambatan saja pada proses pengiriman, sama seperti impor gula yang terlambat logistiknya,” ujar Menteri Agus di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan izin impor bawang putih sejauh ini sudah keluar sekitar 60 ribu ton dan seiring waktu akan terus bertambah izin impornya.
“Kita terus pantau pergerakan harganya. Kalau memang harga nanti masih tinggi, kita akan bahas untuk mengeluarkan kebijakan relaksasi,” lanjut Menteri Agus.
Menteri Agus mengatakan izin impor yang keluar memang masih di bawah Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian yang sebanyak 156 ribu ton, karena butuh proses untuk mengeluarkan izin impor, sehingga tidak bisa langsung keluar sejumlah dengan kuantitas dalam RIPH.