Muhammad Nazarudin Latief
21 Februari 2018•Update: 21 Februari 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Kementerian Perdagangan mencatat ekspor nonmigas pada Januari 2018 naik sebesar 8,57 persen sehingga mencapai surplus sebesar USD182,6 juta dibanding Desember 2017.
Pada periode ini, ekspor mencapai USD13,16 miliar dan impornya sebesar USD12,98 miliar.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan kenaikan ekspor nonmigas Januari 2018 merupakan awal yang baik untuk mendukung optimisme pencapaian kinerja ekspor sepanjang tahun.
“Ini penguatan yang baik, total ekspor kita juga naik,” ujar Menteri Enggar, di Jakarta, Rabu.
Menurut Menteri Enggar, kenaikan ekspor nonmigas didorong oleh peningkatan ekspor beberapa produk, antara lain bahan bakar mineral, perhiasan/permata, besi dan baja, bubur kayu/pulp, ikan dan udang, bijih, kerak, dan abu logam, serta pakaian jadi bukan rajutan.
Menurut Menteri Enggar, ekspor ke beberapa tujuan juga naik, antara lain Arab Saudi (42,8 persen); Filipina (26,6 persen); Belanda (naik 24,4 persen); Bangladesh (naik 24,2 persen); RRT (23,8 persen); Jepang (19,5 persen); dan Amerika Serikat (naik 8,2 persen).
Perdagangan nonmigas dengan India, AS, Filipina, Belanda dan Bangladesh menyumbang surplus terbesar Januari 2018 yang jumlahnya mencapai USD2,3 miliar.
Dari sisi impor, kata Menteri Enggar nilainya pada Januari 2018 mencapari USD15,13 miliar, meningkat sebesar 26,44 persen (YoY).
Kenaikan nilai impor tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan impor barang konsumsi sebesar 33 persen (YoY), barang modal sebesar 30,9 persen (YoY), dan bahan baku/penolong sebesar 24,8 persen (YoY).
Menurut Menteri Enggar, kenaikan barang konsumsi mengindikasikan kuatnya daya beli masyarakat.
“Ini direspons oleh industri domestik melalui peningkatan impor barang modal dan bahan baku/penolong untuk bersaing memenuhi permintaan domestik maupun ekspor," ujar Menteri Enggar.