İqbal Musyaffa
29 Juni 2018•Update: 29 Juni 2018
Iqbal Musaffa
JAKARTA
Pasar saat ini sedang menunggu penyesuaian suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang akan diumumkan hari ini, kata seorang bankir.
“Semoga hasil rapat dewan gubernur BI sore nanti bisa jadi sentimen positif untuk rupiah,” ujar Analis Global Market Bank Mega James Evan Tumbuan, Jumat, kepada Anadolu Agency.
Menurut Evan, saat ini rupiah masih terjerembab di level Rp14 ribu per dolar AS atau berada di dalam kisaran pergerakan nilai antara Rp14.375 dan Rp14.450.
Mata uang rupiah masih terus tertekan akibat banyaknya arus modal asing yang keluar dari Indonesia, kata Evan.
Pada Kamis kemarin, rupiah ditutup pada level Rp14.390 per dolar AS.
Terkait penyesuaian BI rate, menurut Evan, para pelaku pasar memprediksi akan kembali terjadi kenaikan suku bunga 7 days reverse repo rate sebesar 25 basis poin sehingga akan berada di level 5 persen.
Sejak pertengahan Mei lalu, BI sudah beberapa kali menaikkan suku bunga acuan. Pada 18 Mei, suku bunga acuan naik dari 4,25 persen menjadi 4,5 persen. Kemudian pada 30 Mei, suku bunga kembali naik menjadi 4,75 persen.
Kenaikan suku bunga acuan menurut Evan akan berdampak positif pada penguatan rupiah. Pada Jumat tengah hari, menurut dia rupiah sudah mulai sedikit menguat ke Rp14.350.
Pada akhir Mei lalu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan sinyal untuk kembali menaikkan suku bunga acuan BI.
Perry menegaskan bahwa ada probabilitas bahwa bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate dalam beberapa waktu mendatang.
“Tapi kenaikan akan dilakukan secara terukur dengan disesuaikan terhadap berbagai indikator,” ungkap Perry saat itu.
Indikator tersebut antara lain inflasi, defisit transaksi berjalan, pertumbuhan ekonomi, kredit dalam negeri, indikator luar negeri, kemudian dampak fiskalnya terhadap US treasury bond yeild, risiko keuangan global, dan emerging market bond index.