İqbal Musyaffa
30 Desember 2017•Update: 31 Desember 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia (BI) merilis data pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) yang melambat pada November 2017.
Posisi M2 tercatat Rp5.320,0 triliun atau tumbuh 9,3 persen (yoy), lebih rendah dibanding dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 10,6 persen (yoy).
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan perlambatan pertumbuhan M2 terjadi pada seluruh komponennya.
“Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 dipengaruhi oleh kontraksi operasi keuangan Pemerintah Pusat, perlambatan pertumbuhan kredit, dan perlambatan pertumbuhan aktiva luar negeri bersih,” urai Agusman dalam siaran pers yang dirilis Jumat malam.
Kontraksi operasi keuangan Pemerintah Pusat (Pempus), ujar Agusman, tercermin dari kewajiban BI dan perbankan kepada Pempus yang tumbuh meningkat dari 9,8 persen (yoy) pada Oktober 2017 menjadi 25,5 persen (yoy) pada November 2017.
Selanjutnya, kredit yang disalurkan perbankan pada akhir November 2017 tercatat Rp4.635,0 triliun atau tumbuh 7,4 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan Oktober 2017 yang tumbuh 8,1 persen (yoy).
Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh melambat dari 18,1 persen (yoy) pada Oktober 2017 menjadi 17,2 persen (yoy) pada November.
Agusman menambahkan, suku bunga kredit dan suku bunga simpanan berjangka kembali menurun yang mencerminkan masih berlangsungnya transmisi penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI 7-Day Reverse Repo).
“Pada November 2017, rata-rata suku bunga kredit tercatat 11,45 persen atau turun 10 basis poin dari bulan sebelumnya,” ujar Agusman.