05 Agustus 2017•Update: 06 Agustus 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah segera membuka keran masuknya mobil listrik ke Tanah Air. Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan bertanggungjawab menyediakan fasilitas charging (pengisian baterai), demikian dikatakan Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman, Jumat.
Mobil listrik, sebutnya, merupakan salah satu cara untuk mendongkrak permintaan kebutuhan energi nasional.
“Pada beberapa pertemuan sudah mulai [ada] person in charge masing-masing untuk mengurus hal ini,” kata Syofvi. Menurutnya, “PLN akan mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan ke arah pengembangan mobil listrik.
”Wacana soal mobil listrik di Indonesia mulai mengemuka setelah Presiden Jokowi meminta pengembangan mobil jenis ini didukung penuh oleh semua kementerian. Presiden ingin mengikuti perubahan global, bukan hanya soal teknologi transportasi tapi juga soal iklim dan kelestarian lingkungan.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, idealnya energi yang akan digunakan mobil listrik berasal dari sumber energi terbarukan. “Jadi end to end energi terbarukan.”
Rida menyabutnya, listrik yang layak dipakai oleh mobil bertenaga lisrtik ini “berasal dari PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro)”.
Mobil listrik, menurutnya, akan membawa dampak positif bagi konservasi lingkungan karena akan penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Di masa depan, bahkan bisa saja tidak akan ada lagi pengeboran minyak bumi, karena energi dari fosil “tidak lagi diminati publik”.
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noor Sommeng berucap, negara-negara lain sudah mulai mengganti mobil-mobil konvensional di negara mereka dengan mobil listrik. Dunia otomotif Indonesia, menurutnya, juga akan berkembang jika mobil listrik lebih maju.