Hayati Nupus
24 Mei 2019•Update: 25 Mei 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Tiga tahun mendatang, Malaysia akan menjadi distributor utama dunia pesawat multiguna China Y-12F, lansir New Straits Times.
Pabrik perakitan akhir pesawat itu saat ini tengah dibangun di Bandara Alor Star, di Kepala Batas, Kedah, dengan dana USD100juta.
Ini merupakan perusahaan hasil joint venture antara UA Aerospace Sdn Bhd dan AVIC Harbin General Aircraft Industries of China, lewat kolaborasi dengan Menteri Besar Kedah Incorporated (MBK Inc) yang dipimpin oleh Menteri Besar Datuk Seri Mukhriz Mahathir.
Presiden UA Aerospace Gilbert Foong berharap Malaysia akan menjadi gerbang internasional untuk penjualan Y-12F.
Jika pesawat itu laku 500 unit dalam delapan tahun, lanjut Foong, Malaysia akan meraup untung USD5 miliar.
“Proyek ini tidak hanya akan mendatangkan investasi asing langsung, tapi juga memacu perputaran industri bernilai tinggi dan pekerjaan berteknologi bagi masyarakat lokal,” kata Foong, pemilik perusahaan yang telah berkecimpung dalam bisnis dirgantara selama lebih dari 25 tahun.
Y-12F merupakan pesawat bermesin turboprop ganda yang dapat mendarat di landasan pendek 540 m dan tanpa aspal.
Ini merupakan desain baru Y-12E yang telah memperoleh sertifikasi Administrasi Penerbangan Federal AS pada 2016.
Pesawat ini dapat menampung dua pilot dan 19 orang penumpang.
Selain itu, pesawat ini juga dapat menampung muatan kargo hingga tiga ton.
Sebagai produsen, China telah menggunakan 10 unit Y-12F seharga USD10 juta.
“Kami berharap dapat melepas dua Y-12F dalam sebulan, atau 24 pesawat selama setahun. Kami telah menerima letter of intent hingga 50an Y-12F dari berbagai negara di Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika,” ujar Foong.