İqbal Musyaffa
30 September 2019•Update: 30 September 2019
JAKARTA
Lion Air sebagai maskapai penerbangan swasta Indonesia mulai melayani penerbangan umrah dari 11 kota di Indonesia menuju Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah dan Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan pelaksanaan umrah tahun ini sebagai bentuk kesungguhan Lion Air dalam mengakomodasi dan memfasilitasi kebutuhan perjalanan ibadah.
“Lion Air berharap senantiasa mampu melayani jamaah dengan pelayanan terbaik dan harga terjangkau untuk membantu masyarakat bisa pergi umrah,” jelas Danang dalam keterangan resmi, Senin.
Lion Air melayani penerbangan umrah dari 11 kota, antara lain:
1. Medan – Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO).
2. Padang – Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat (PDG).
3. Pekanbaru – Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Riau (PKU).
4. Batam – Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batu Besar, Kepulauan Riau (BTH).
5. Palembang – Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Sumatera Selatan (PLM).
6. Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK).
7. Solo – Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo, Boyolali, Jawa Tengah (SOC).
8. Surabaya – Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur (SUB).
9. Balikpapan – Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kalimantan Timur (BPN).
10. Banjarmasin – Bandar Udara Internasional Syamduddin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (BDJ).
11. Makassar – Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi, Selatan (UPG).
Danang mengatakan Lion Air mengoperasikan tiga Airbus 330-300 (440 kursi) dan dua Airbus 330-900NEO (433 kursi) untuk penerbangan umrah ini.
“Rata-rata pesawat berusia muda. Seluruh pesawat telah menjalani perawatan intensif, dalam kondisi terbaik dan laik terbang (airworthy for flight),” tegas dia.
Dia menambahkan penerbangan umrah 2019 ditandai pengoperasian Airbus 330-900NEO, sebagai pesawat terbaru berbadan lebar (wide body) dan operator pertama di Asia Pasifik yang menggunakan armada ini.
Pengoperasian Airbus 330-900NEO menjadi bagian dari langkah strategis Lion Air guna memperkuat pengembangan bisnis penerbangan jarak jauh (long haul) yang memerlukan waktu tempuh lebih dari 13 perjalanan tanpa henti (nonstop).
Lion Air memenuhi dan menjalankan ketentuan operasional menurut masing-masing negara serta aturan internasional.
Danang mengatakan penerbangan tujuan Jeddah dan Madinah ini terlaksana setelah Lion Air memenuhi semua kualifikasi dan persyaratan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) termasuk audit keselamatan dan keamanan.
Lion Air menargetkan tingkat kinerja ketepatan waktu (on time performance/ OTP) lebih dari 85 persen untuk layanan penerbangan umrah ini.