Maria Elisa Hospita
26 Maret 2019•Update: 27 Maret 2019
Mohamed al-Rayes
KAIRO
Liga Arab mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan di Suriah yang diduduki.
"Keputusan Amerika bagaimana pun tak mengubah status hukum Golan," kata liga yang berbasis di Kairo dalam sebuah pernyataan.
"Dataran Tinggi Golan tetap termasuk wilayah Suriah yang diduduki. Masalah ini akan dibahas dalam KTT [Liga Arab] di Tunisia pekan depan," tambah mereka.
Liga menyatakan bahwa legitimasi pendudukan [Israel] adalah orientasi baru kebijakan AS, yang sejalan dengan posisi dan keinginan Israel.
Tel Aviv sejak lama meminta Washington untuk mengakui klaimnya atas Dataran Tinggi Golan, tetapi pemerintahan AS sebelumnya telah menahan diri untuk tidak melakukannya, mengutip resolusi-resolusi PBB sebelumnya.
Israel menduduki sekitar dua pertiga wilayah Dataran Tinggi Golan sejak 1967.
Pada 1981, Israel secara resmi menyatakan diri mencaplok wilayah itu, yang kemudian ditolak dengan suara bulat oleh Dewan Keamanan PBB.
PBB mengatakan status hukum Dataran Tinggi Golan tetap tidak berubah - terlepas dari keputusan Trump - dan masih akan dianggap "wilayah pendudukan" di bawah hukum internasional.