Iqbal Musyaffa
03 Agustus 2020•Update: 04 Agustus 2020
JAKARTA
Pada Juni 2020 hanya terdapat 160.282 turis mancanegara yang berkunjung ke Indonesia atau merosot hingga 88,82 persen dibandingkan tahun lalu, ujar Badan Pusat Statistik (BPS)
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan jumlah kunjungan tersebut merosot 2,06 persen dari jumlah turis mancanegara yang datang pada Mei lalu sebanyak 163.646 turis.
“Bila dibandingkan dengan Juni tahun lalu, terjadi penurunan 88,82 persen dari jumlah 1.434.103 kunjungan,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin.
Penurunan jumlah wisatawan ini menurut Suhariyanto adalah bukti hantaman keras pandemi Covid-19 pada sektor pariwisata sejak Februari lalu.
“Untuk recovery pariwisata butuh waktu lebih lama lagi,” jelas Suhariyanto.
Dia menambahkan dari jumlah turis tersebut, sebagian besar atau sebanyak 109,4 ribu sekitar 68,2 persen dari total wisatawan mancanegara datang melewati jalur darat.
Sedangkan turis yang datang lewat jalur laut sebanyak 49,5 ribu orang atau 30,9 persen,
Hanya 1.500 turis asing atau 0,9 persen datang melalui jalur udara, ujar Suhariyanto.
"Lalu lintas udara belum sepenuhnya pulih setelah sempat ditutup untuk mengendalikan penyebaran Covid-19," ujar dia.
Selain itu, pariwisata Bali juga masih ditutup dan baru dibuka untuk wisatawan domestik pada 31 Juli lalu, sehingga berdampak pada penurunan jumlah wisatawan asing yang datang melalui jalur udara.
Sebagian besar turis tersebut datang dari Timor Leste sebanyak 82,5 ribu orang atau 51,5 persen dari jumlah turis asing.
“Ini bisa dimaklumi karena Timor Leste berbatasan langsung dengan Indonesia,” kata dia.
Selain itu juga datang dari Malaysia sebanyak 62,8 ribu atau 39,2 persen serta dari China sebanyak 2.000 orang atau 1,3 persen.