Muhammad Nazarudin Latief
03 Juli 2019•Update: 03 Juli 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Produk makanan Indonesia kembali mencuri perhatian publik Amerika Serikat karena keunikan dan cita rasanya yang khas.
Atase Perdagangan Washington DC Reza Pahlevi dalam pameran Summer Fancy Food Show (SFFS) akhir bulan lalu, tiga makanan Indonesia menjadi primadona.
Pertama ada mi instan pedas dari PT ABC President Indonesia, keripik ubi ungu dari Jans Enterprises Corp, dan kopi specialty dari Javanese Coffee.
“Dalam pameran tiga komoditas diperkirakan membukukan transaksi potensial hingga USD2,93 juta," ujar Reza.
Mi instan ABC adalah mi yang kaya akan cita rasa dan cocok bagi para penyuka makanan pedas di Amerika.
Keripik ubi ungu sebelumnya memenangkan penghargaan Specialty Outstanding Food Innovation (SOFI) Awards 2018 kategori makanan ringan.
Sedangkan kopi produk Javanese Coffee menampilkan cita rasa yang khas.
Menurut Reza,pasar specialty food di AS yang bernilai sekitar USD150 miliar masih sangat menjanjikan untuk produk makanan dan minuman premium Indonesia.
Specialty food merupakan produk makanan dan minuman premium, yang diproduksi menggunakan bahan baku berkualitas seperti produk organik, artisan, bebas gluten, dan bebas rekayasa genetik.
Nilai penjualan ritel pasar specialty food di Amerika pada 2018 mencapai USD148,7 miliar dengan tingkat pertumbuhan signifikan sebesar 9,8 persen.
Nilai penjualan ritel urutan pertama ditempati oleh keju dengan nilai pangsa USD4,1 miliar, disusul oleh daging hewan beku (termasuk seafood) dengan nilai pangsa USD 3,9 miliar, dan makanan kudapan ringan (keripik dan camilan).
“Meskipun kebutuhan biaya produksi makanan minuman specialty lebih tinggi, tetapi konsumen Amerika bersedia membeli dengan harga premium. Peluangnya ada, terlebih dengan memanfaatkan kesempatan dari perang dagang antara AS dan China,” ujar Reza.