Ekonomi, Nasional

Jokowi nilai inflasi rendah bukan berita baik

Kata Presiden, inflasi rendah ini mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan kegiatan

Erric Permana   | 25.08.2021
Jokowi nilai inflasi rendah bukan berita baik Presiden Joko Widodo (tengah) dalam acara TNI dan Polri di Lapangan Monumen Nasional di Jakarta, Indonesia pada 16 Mei 2019. (Eko Siswono Toyudho-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Presiden Joko Widodo menegaskan iflasi rendah buka berita baik menyusul pernyataan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bahwa sampai Juli 2021 inflasi di hampir seluruh daerah di Indonesia terjaga rendah diangka 1,52 persen year on year (yoy).

Alasannya, inflasi rendah ini mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan kegiatan, kata Jokowi – panggilan akrab Presiden – dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2021.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan inflasi yang rendah bukan hal yang menggembirakan. Hal ini karena hal tersebut mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan kegiatan.

“Angka inflasi itu jauh di bawah target inflasi 2021 yaitu 3 persen, tetapi kita juga tahu bahwa inflasi yang rendah juga bisa bukan hal yang menggembirakan,” kata Jokowi dalam Rakornas, Rabu.

Jokowi mendorong agar daya beli masyarakat bisa terus ditingkatkan, supaya bisa mendorong sisi permintaan serta bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi ke depannya ke arah yang lebih baik.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın