Erric Permana
25 Agustus 2021•Update: 26 Agustus 2021
JAKARTA
Presiden Joko Widodo menegaskan iflasi rendah buka berita baik menyusul pernyataan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bahwa sampai Juli 2021 inflasi di hampir seluruh daerah di Indonesia terjaga rendah diangka 1,52 persen year on year (yoy).
Alasannya, inflasi rendah ini mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan kegiatan, kata Jokowi – panggilan akrab Presiden – dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2021.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan inflasi yang rendah bukan hal yang menggembirakan. Hal ini karena hal tersebut mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan kegiatan.
“Angka inflasi itu jauh di bawah target inflasi 2021 yaitu 3 persen, tetapi kita juga tahu bahwa inflasi yang rendah juga bisa bukan hal yang menggembirakan,” kata Jokowi dalam Rakornas, Rabu.
Jokowi mendorong agar daya beli masyarakat bisa terus ditingkatkan, supaya bisa mendorong sisi permintaan serta bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi ke depannya ke arah yang lebih baik.