Shenny Fierdha Chumaira
14 Mei 2018•Update: 14 Mei 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi menilai bahwa kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah atau JAD merupakan kelompok teroris yang paling banyak tersebar di Jawa Barat, Jabodetabek, dan Jawa Timur.
"Seperti yang sudah disampaikan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, ini merupakan kebangkitan sel-sel JAD. Ini harus kita waspadai," ucap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Senin.
Selain ketiga daerah tersebut, dia juga mengatakan bahwa Bima (Nusa Tenggara Barat) dan Poso (Sulawesi Tengah) juga patut diwaspadai mengingat keberadaan JAD yang juga bercokol di sana.
Terkait bagaimana upaya mencegah agar JAD di wilayah-wilayah itu tidak memengaruhi daerah-daerah lainnya, Setyo mengungkapkan bahwa kepolisian akan memeriksa database yang mencatat informasi mengenai orang-orang yang terafiliasi dengan kelompok teroris ini.
"Kita akan cek dulu database kita karena database itu bisa saja berubah. Sel-sel tidur itu pintar ngeles [mencari-cari alasan]," tutup Setyo.
Sejak pekan lalu, Indonesia mengalami serangan teroris yang telah membuat sejumlah nyawa melayang.
Selasa malam silam, terjadi kericuhan antara ratusan narapidana teroris dengan sejumlah polisi di Markas Komando Korps Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok, yang menewaskan lima orang polisi dan satu orang narapidana teroris.
Pada Minggu pagi, bom meledak di tiga gereja yaitu Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Pantekosta Arjuno, dan Gereja Diponegoro yang berada di Surabaya, Jawa Timur, yang menewaskan 18 orang (termasuk enam orang pelaku bom bunuh diri yang sebetulnya satu keluarga).
Minggu malam, sebuah bom meledak di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Wonocolo, Sepanjang, Sidoarjo, dan menewaskan satu keluarga beranggotakan tiga orang.
Polisi menduga bom meledak tanpa sengaja karena bom meledak di rumah pelaku.
Terakhir, pada Senin pagi, terjadi ledakan bom bunuh diri di depan gerbang masuk Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya yang menewaskan empat orang pelaku (juga sekeluarga) dan melukai enam orang lainnya termasuk polisi.