Indonesia tetapkan APBN 2019 sebesar Rp2.439 triliun
APBN yang ditetapkan untuk tahun depan lebih besar 10 persen dari APBN untuk tahun 2018 yang berjumlah Rp2.217,3 triliun
Jakarta Raya
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Presiden Joko Widodo dalam nota keuangan di Jakarta, Kamis, menyebutkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk tahun 2019 ditetapkan sebesar Rp2.439 triliun atau 15 persen dari PDB Indonesia.
APBN itu akan dengan fokus untuk memacu pertumbuhan ekonomi serta pemerataan kesejahteraan.
“Belanja negara pada 2019 akan diarahkan pada upaya penguatan program perlindungan sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, dan penguatan desentralisasi fiskal,” kata Presiden yang kerap disapa Presiden Jokowi itu.
Dia menambahkan, APBN yang ditetapkan untuk tahun depan lebih besar 10 persen dibanding APBN tahun sebelumnya sebesar Rp2.217,3 triliun.
Sementara bila dibandingkan dengan anggaran tahun 2014, maka alokasi APBN pada tahun depan meningkat 37,3 persen. Di tahun 2014, APBN Indonesia berjumlah Rp1.777,2 triliun.
Porsi APBN 2019 terdiri dari pendapatan negara dan hibah sebesar Rp2.142 triliun yang mencakup penerimaan perpajakan sebesar Rp1.781 triliun, penerimaan negara bukan pajak Rp361,1 trilun, dan hibah Rp400 miliar.
Dari sisi perpajakan, arah kebijakan tahun 2019 menurut Presiden Jokowi dilakukan dengan mengumpulkan sumber pendapatan negara dari kegiatan ekonomi nasional, serta terus mendorong peningkatan kepatuhan melalui reformasi administrasi perpajakan yang lebih sederhana dan transparan.
“Dengan kebijakan itu, melihat perkembangan positif penerimaan perpajakan, didukung momentum pertumbuhan ekonomi, diharapkan tax ratio tahun 2019 dapat mencapai 12,1 persen terhadap PDB, naik dari perkiraan di tahun 2018 sebesar 11,6 persen,” jelas Presiden.
Selanjutnya, untuk belanja pemerintah pusat ditetapkan sebesar Rp1.603,7 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp832 triliun sehingga total belanja negara mencapai Rp2.439,7.
Defisit anggaran mengecil
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan defisit anggaran pada tahun 2019 akan semakin mengecil menjadi Rp297,2 triliun atau 1,84 persen dari PDB. Defisit ini lebih baik dari defisit tahun ini Rp314,2 triliun atau 2,12 persen dari PDB.
“Defisit keseimbangan primer juga semakin mendekati positif dengan target pada tahun depan sebesar Rp21,7 triliun atau 0,17 persen dari PDB,” ujar Menteri Sri.
Defisit keseimbangan primer tahun depan menurut dia akan lebih baik dari tahun ini yang sebesar Rp64,8 triliun atau 0,44 persen dari PDB.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
