İqbal Musyaffa
15 Maret 2019•Update: 18 Maret 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indonesia meraih surplus perdagangan pertama untuk tahun ini pada Februari dengan jumlah USD329,5 juta.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan ini kembali terjadi setelah terakhir kali surplus perdagangan berhasil diraih pada bulan September 2018 dengan jumlah USD0,31 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan surplus ini diraih dari posisi ekspor pada bulan ini sebesar USD12,5 miliar dan posisi impor sebesar USD12,2 miliar.
“Surplus ini karena impor turun tajam meskipun ekspor juga masih melambat,” jelas dia dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Suhariyanto berharap surplus neraca perdagangan juga kembali bisa diraih pada bulan-bulan berikutnya sehingga dapat membantu pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini menjadi lebih baik.
Dia menjelaskan surplus terbesar berasal dari sektor nonmigas dengan jumlah USD793,6 juta, sementara neraca perdagangan dari sektor migas masih mencatat defisit USD464,1 juta.
Suhariyanto menambahkan meskipun berhasil mencatat surplus, namun neraca perdagangan Indonesia pada dua bulan pertama tahun ini masih mengalami defisit sebesar USD734 juta.
Namun, defisit neraca perdagangan pada dua bulan pertama tahun ini lebih baik dari tahun lalu yang mencapai USD808 juta.
Dia menguraikan berdasarkan negara, dalam Januari-Februari tahun ini Indonesia meraih surplus neraca perdagangan dari Amerika Serikat dengan jumlah USD1,5 miliar dengan rincian surplus USD804 juta pada Januari dan surplus USD708 juta pada Februari.
Kemudian surplus perdagangan juga berasal dari perdagangan dengan India dengan jumlah USD1,2 miliar yang terdiri dari surplus perdagangan pada Januari sebesar USD650 juta dan surplus pada Februari sebesar USD584 juta.
Indonesia juga meraih surplus perdagangan dari Belanda dengan jumlah USD412 juta dengan rincian surplus pada Januari sebesar USD214 juta dan surplus pada Februari sebesar USD198 juta.
Sementara itu, Suhariyanto menjelaskan Indonesia masih mengalami defisit perdagangan dari China dengan jumlah USD3,9 miliar yang terdiri dari defisit pada Januari sebesar USD2,4 miliar dan defisit pada Februari sebesar USD1,5 miliar.
Kemudian defisit perdagangan juga terjadi dengan Thailand yang berjumlah USD622 juta. Defisit ini terdiri dari bulan Januari sebesar USD261 juta dan defisit pada Februari sebesar USD361 juta.
Dia melanjutkan Indonesia juga mengalami defisit perdagangan dengan Jepang senilai USD413 juta yang terdiri dari defisit pada Januari sebesar USD172 juta dan defisit pada Februari sebesar USD241 juta.