Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indonesia kembali mencatatkan surplus dalam perdagangan internasional pada bulan September dengan jumlah USD 1,76 miliar. Jumlah surplus ini lebih besar dari bulan Agustus yang mencatatkan surplus sebesar USD1,72 miliar.
“Surplus bulan ini disokong oleh surplus sektor nonmigas sebesar USD2,26 miliar,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, Senin. Sektor migas, lanjut Suhariyanto, bulan ini defisit USD0,5 miliar.
BPS mencatat, selama Januari hingga September, perdagangan Indonesia hanya sekali mengalami defisit yaitu pada bulan Juli dengan jumlah defisit USD274 juta.
Dengan begitu, secara akumulatif pada periode Januari-September Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD10,87 miliar.
“Jumlah surplus periode ini lebih besar dari periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan surplus USD6,41 miliar,” tambah Suhariyanto.
Surplus periode Januari-September tahun ini bahkan sudah melampaui jumlah surplus sepanjang tahun 2016 yang ketika itu tercatat sebesar USD9,55 miliar.
Dari sisi volume perdagangan, neraca volume perdagangan Indonesia juga mengalami surplus 35,2 juta ton pada September 2017.
“Namun neraca volume perdagangan sektor migas defisit 0,06 juta ton,” tambah dia.
Secara lebih rinci, Suhariyanto menjabarkan nilai ekspor Indonesia pada bulan September tahun ini mencapai USD14,54 miliar, turun 4,51 persen dari pencapaian ekspor di bulan Agustus. Sementara bila dibanding bulan yang sama tahun lalu tumbuh 15,6 persen.
Penurunan ekspor di bulan ini menurutnya karena faktor musiman yang biasa terjadi di bulan September.
“Pada Desember nanti kemungkinan meningkat karena ada natal dan tahun baru,” ujar dia.
Selain itu, penurunan ekspor bulan ini juga disebabkan oleh menurunnya ekspor nonmigas 6,09 persen dari USD13,9 miliar menjadi USD13,1 miliar.
Akan tetapi, ekspor migas justru tumbuh 12,71 persen dari USD1,27 miliar menjadi USD1,43 miliar. Peningkatan ekspor migas, menurut dia, disebabkan oleh meningkatnya ekspor minyak mentah sebesar 27,16 persen menjadi USD521,1 juta dan ekspor hasil minyak yang tumbuh 126,25 persen menjadi USD196,7 juta.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari-September 2017 sebesar USD123,36 miliar atau meningkat 17,36 persen dari periode yang sama di tahun lalu.
Selanjutnya, Suhariyanto mengatakan impor Indonesia pada September 2017 mencapai USD12,78 miliar, turun 5,39 persen dari bulan sebelumnya.
“Namun, bila dibandingkan September tahun lalu meningkat 13,13 persen,” jelas dia.
Secara kumulatif, impor Indonesia periode Januari-September tahun ini mencapai USD112,48 miliar, naik 13,97 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Impor nonmigas mendominasi dengan jumlah USD95,14 miliar. Sementara impor migas sebesar USD17,34 miliar.
news_share_descriptionsubscription_contact

