Ekonomi, Nasional

Indonesia gunakan pembiayaan Green Sukuk untuk pelestarian lingkungan

Indonesia tercatat sebagai pionir dalam penerbitan obligasi hijau di kawasan Asia Tenggara melalui penerbitan Green Sukuk senilai USD1,25 miliar pada Maret lalu

İqbal Musyaffa  | 10.10.2018 - Update : 11.10.2018
Indonesia gunakan pembiayaan Green Sukuk untuk pelestarian lingkungan Ilustrasi. (Junaidi Hanafiah - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Iqbal Musyaffa

JAKARTA

Indonesia mempertegas komitmennya untuk menggunakan instrument pembiayaan Green Sukuk untuk penanggulangan dampak perubahan iklim.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam seminar Green Finance for Sustainable Development di Bali, Selasa, mengatakan Green Sukuk adalah instrumen pembiayaan yang sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Dalam seminar tersebut, Menteri Sri tampil bersama Wakil Presiden World Bank Treasury Arunma Oteh.

Seminar ini membahas bagaimana pemerintah bersama-sama dengan pihak swasta di seluruh dunia bersama-sama menjaga lingkungan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Tantangan kita adalah bagaimana agar pembangunan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan,” ujar Menteri Sri.

Menurut dia, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan, pemerintah perlu mengharmonisasi kebijakan untuk mendorong langkah itu.

“Karena itu, Kementerian Keuangan mengeluarkan instrumen investasi baru untuk pembiayaan berkelanjutan, yaitu Green Sukuk,” ujar dia.

Indonesia tercatat sebagai pionir dalam penerbitan obligasi hijau di kawasan Asia Tenggara melalui penerbitan Green Sukuk senilai USD1,25 miliar pada Maret lalu.

Transaksi ini merupakan penerbitan Green Sukuk pertama kalinya di dunia yang dilakukan oleh negara (the world’s first sovereign green sukuk).

Selain memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global, Menteri Sri mengatakan penerbitan Green Sukuk ini juga merupakan manifestasi komitmen Indonesia pada Paris Agreement yang diratifikasi pada tahun 2016 dalam rangka mendorong Indonesia menjadi negara yang lebih rendah karbon dan tahan atas perubahan iklim.

“Sekecil apapun langkah yang dapat saya lakukan untuk menjaga lingkungan ini maka saya akan lakukan,” tegas Menteri Sri.

Sementara itu, Wakil Presiden World Bank Treasury Arunma Oteh mengatakan Green Sukuk merupakan cara baik dan menjanjikan untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang berkaitan dengan program lingkungan hidup.

“Dunia sedang berkonsentrasi kepada proyek-proyek yang berkesinambungan, terutama pada tema-tema lingkungan dan penghijauan. Dan kemudian Green Sukuk hadir diprakarsai pertama kali oleh Indonesia,” jelas Arunma.

Dia menambahkan apabila pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk menyelesaikan permasalahan terkait lingkungan hidup, maka akan banyak investor dunia yang tertarik.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.