Pizaro Gozali
JAKARTA
Pemerintah Indonesia akan menggenjot investasi di bidang tekstil untuk diekspor ke Amerika Serikat, rilis Kementerian Luar Negeri pada Sabtu.
Kemlu menyatakan KBRI Washington DC dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) telah menyelenggarakan Roundtable Meeting on Building Synergy of Textile and Cotton Sectors untuk memperkuat ekspor tekstil.
Dalam pertemuan tersebut, hadir wakil dari Kantor United States Trade Representative (USTR), Department of Agriculture, Department of State, Department of Commerce, dan wakil-wakil asosiasi garmen, fesyen dan kapas AS.
Duta Besar RI untuk AS Mahendra Siregar menyambut baik pertemuan ini sebagai langkah nyata meningkatkan hubungan dagang dua arah Indonesia dan AS.
Dengan begitu, kata Mahendra, nilai perdagangan total RI-AS, yang pada tahun 2018 mendekati USD30 milyar atau Rp417 triliun diharapkan akan mencapai USD60 milyar dalam 5 tahun ke depan.
Mahendra mengatakan ekspor tekstil dan produk Tekstil Indonesia ke AS tahun 2018 mencapai USD4,5 milyar akan terus tumbuh di tengah dinamika perdagangan global saat ini.
“Untuk itu diperlukan peta jalan yang secara jelas mencerminkan keuntungan kedua negara,” kata Mahendra dalam rilisnya.
Senada dengan Dubes Mahendra, Asisten USTR untuk Urusan Tekstil Bill Jackson mengungkapkan pandangan positif dan harapan besarnya terhadap perdagangan kapas, tekstil, dan garmen sebagai pendorong pertumbuhan perdagangan kedua negara.
Harapan tersebut disambut antusias Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Harian Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Anne Patricia Sutanto untuk secara intensif menggali dan menindaklanjuti peluang-peluang yang ada.
“Saya melihat masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan apabila melihat potensi masing-masing,” ujar Anne.
Untuk itu, kata Anne, upaya konkret dan saling-menguntungkan untuk terus menggali peluang dengan melibatkan sektor usaha kedua negara perlu terus didukung.
Sementara itu, Direktur Asosiasi Kapas AS Vaughn Jordan mengatakan momentum dan prospek positif sektor tekstil dan kapas perlu dimanfaatkan secara lebih strategis dan jangka panjang.
“Kunjungan API ke empata negara bagian produsen kapas di AS dan serangkaian pertemuan dengan pembeli utama tekstil dan garmen Indonesia merupakan langkah-langkah strategis yang saling menguntungkan,” tutur Vaughn.