Iqbal Musyaffa
28 Januari 2020•Update: 28 Januari 2020
JAKARTA
Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mengatakan bahwa pemerintah berencana meningkatkan peran Indonesia dalam skema rantai nilai global atau global value chains (GVC) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan pekerjaan bergaji tinggi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan untuk memperkuat dan memperluas peran Indonesia dalam rantai nilai global dan menjadi negara dengan industri manufaktur dan jasa yang maju, pemerintah menjalankan sejumlah strategi berdasarkan program prioritas pemerintah.
Menurut dia, program prioritas tersebut antara lain penyederhanaan regulasi melalui Omnibus Law (khususnya RUU Cipta Lapangan Kerja dan RUU Perpajakan) hingga implementasi Online Single Submission (OSS) versi terbaru sejalan dengan rekomendasi kebijakan yang tertuang dalam laporan World Development Report 2020 yang dirilis Bank Dunia.
“Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan partisipasi dalam rantai nilai global tersebut serta untuk menarik lebih banyak investasi,” jelas Menko Airlangga di Jakarta, Selasa.
Menko Airlangga mengatakan di tengah tantangan teknologi global dan revolusi industri 4.0, pemerintah terus bertekad membuat kebijakan yang dapat mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi dan memastikan bahwa setiap pekerja dapat meningkatkan keterampilan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Indonesia akan bertransformasi dari negara yang mengekspor bahan mentah menjadi negara yang mengekspor barang-barang industri,” ujar dia.
Menko Airlangga mengatakan pemerintah sedang mengeksplorasi perjanjian perdagangan untuk lebih meningkatkan keikutsertaan Indonesia dalam rantai nilai global, salah satunya melalui Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang akan diimplementasikan pada 2021 atau 2022.
Dia menjelaskan saat ini biaya logistik berhasil diturunkan dengan adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang akan meningkatkan konektivitas yang saat ini sudah terdapat 92 PSN dan 15 KEK di seluruh Indonesia.
Menko Airlangga menambahkan bahwa tingkat partisipasi Indonesia dalam rantai nilai global juga dapat ditingkatkan dengan menerapkan strategi peningkatan daya saing nasional dan pertumbuhan ekonomi yang adil, sehingga nilai tambah ekspor Indonesia meningkat dan berkontribusi lebih besar pada kegiatan perdagangan.
Menko Airlangga menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah menuju transformasi ekonomi, melalui upaya peningkatan daya saing, perbaikan iklim investasi, dan percepatan pertumbuhan ekspor.
Menurut dia, fundamental ekonomi Indonesia tetap sehat di tengah kondisi perekonomian global yang penuh tantangan.
“Indonesia masih mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi berkualitas tinggi di kisaran 5 persen pada tahun 2019, dengan pendorong utama berasal dari konsumsi dan investasi domestik,” kata Menko Airlangga.
Dia menambahkan daya saing dan iklim investasi Indonesia juga akan terus meningkat terlihat dari seluruh Credit Rating Agency telah mengakui Indonesia sebagai negara layak investasi dengan resiko rendah.