Erric Permana
13 Mei 2020•Update: 18 Mei 2020
JAKARTA
Pemerintah mengatakan mahalnya harga gula di pasaran karena adanya beberapa impor tertunda.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan 'lockdown' atau karantina kewilayahan di negara lain menyebabkan rencana impor pemerintah terhambat
"Gula pasir memang belum turun seperti yang diharapkan di pasar tradisional masih sektiar Rp17.650 per kg, pasar modern masih sekitar Rp12.500," kata Airlangga, usai rapat terbatas, pada Rabu.
Dia pun berencana untuk melakukan pengalihan gula rafinasi ke pasaran.
"Diharapkan dengan pengalihan ini, harga bisa ditekan ke bawah. Memang itu yang menjadi salah satu persoalan akibat hal tersebut," jelas dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mempertanyakan menteri mengenai harga gula yang saat ini masih mahal mencapai Rp17.000-17.500 per kg.
Menurut Joko Widodo, seharusnya berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) mencapai Rp12.500 per kg.
Dia memerintahkan menterinya untuk melakukan pengecekan ke lapangan apakah ada pihak yang sengaja mempermainkan harga untuk mendapatkan keuntungan besar.
"Saya minta betul-betul dicek di lapangan, dikontrol, sehingga harga semuanya bisa terkendali," kata Jokowi -- sapaan Presiden Joko Widodo -- pada Rabu.