Muhammad Nazarudin Latief
19 Maret 2019•Update: 20 Maret 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah dan PT PLN mencanangkan pembangunan pembangkit listrik sebesar 56.395 mega watt (mw) hingga 2028 mendatang, ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan.
Rencana ini, kata Menteri Jonan adalah bagian dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028.
“RUPTL 2018-2027 perlu diubah karena ada dinamika pertumbuhan kebutuhan listrik dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan,” ujar dia dalam siaran pers, Selasa.
RUPTL adalah rencana PLN tentang penyediaan tenaga listrik dan infrastruktur lain dalam 10 tahun ke depan. Rencana ini bisa dikaji kembali setiap tahun.
Hal lain yang mempengaruhi perubahan RUPTL adalah harga minyak dunia dan pertambahan jumlah penduduk.
Menurut Menteri Jonan, dinamika ini mengharuskan perubahan terhadap lingkup dan kapasitas pembangkit, pergeseran commercial operation date (COD), dan penambahan proyek baru untuk peningkatan keandalan sistem ketenagalistrikan.
Selain itu, PLN juga menargetkan pembangunan jaringan transmisi tenaga listrik sepanjang 57.293 kms, gardu induk sebesar 124.341 MVA, jaringan distribusi sepanjang 472.795 kms, dan gardu distribusi sebesar 33.730 MVA.
“Pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi pembangkit listrik ramah lingkungan. Seperti teknologi Clean Coal Technology (CCT) yang digunakan pada PLTU,” ujar Menteri Jonan.
Energi Baru Terbarukan
Menurut Menteri Jonan, pemerintah juga menekankan agar PLN mempercepat penggunaan dan pengembangan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).
Target pemerintah adalah bauran energi minimal 23 persen pada 2025, ujar Menteri Jonan.
Menurut Menteri Jonan, ini adalah tantangan besar, sehingga pemerintah memutuskan inisiatif pembangkit EBT di bawah 10 MW tidak perlu dicantumkan dalam RUPTL agar mengejar bauran energi yang berasal dari EBT.
“Target penambahan pembangkit listrik dari energi terbarukan hingga tahun 2028 adalah sebesar 16.714 MW,” ujar dia.
Pemerintah juga berkomitmen bahwa pemanfaatan gas untuk pembangkit listrik memprioritaskan gas di mulut sumur (wellhead), ujar Menteri Jonan.