İqbal Musyaffa
24 Mei 2019•Update: 24 Mei 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indeks Harga Saham Gabungan pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat, menguat 0,16 persen atau 9,879 poin ke level 6.042,57. Sementara indeks LQ45 juga menguat 0,21 persen atau 1,965 poin ke level 945,924.
Meskipun sudah menguat dan sudah kembali ke level 6.000, namun analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan kondisi ini masih belum stabil akibat masih kuatnya sentimen global dari perang dagang.
“Penguatan ini lebih karena adanya pergeseran persepsi perang dagang menjadi perang bisnis terkait hengkangnya Android dari Huawei, namun tidak dari pabrikan ponsel China lainnya,” ungkap Reza kepada Anadolu Agency, Jumat.
Akan tetapi, Reza melihat kekhawatiran sentimen perang dagang masih tetap ada sehingga pelaku pasar cenderung masih menahan diri.
Reza menilai penguatan IHSG ini juga karena situasi domestik yang sudah kondusif setelah memanas saat demonstrasi 21 dan 22 Mei lalu.
“Aparat dianggap berhasil mengamankan ancaman kerusuhan sehingga mendapatkan respon positif,” tambah dia.
Reza juga menambahkan para pelaku pasar memanfaatkan momentum pelemahan IHSG yang sempat terjadi beberapa hari lalu untuk kembali masuk ke pasar.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat kebijakan trade restriction yang dilakukan oleh US dan China serta persediaan minyak mentah US yang meningkat, maka harga minyak mentah WTI anjlok 5,26 persen ke USD58,19 per barel.
“Implikasinya, mayoritas bursa saham di negara maju ditutup melemah,” jelas Edwin.
Dia mengatakan indeks Dow Jones melemah 1,11 persen ke 25,490, dan diikuti oleh penurunan pada S&P500 sebesar 1.19 persen.
“Sebagai pemberat, saham IBM dan Cisco masing-masing melemah 2,90 dan 2,69 persen. Sementara itu, FTSE 100 dan DAX masing-masing melemah 1,41 dan 1,78 persen,” urai dia.
Kemudian, Edwin menambahkan notulen Bank Sentral Eropa menunjukkan masih adanya kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
“Pada perdagangan 24 Mei, setelah melonjak tajam hampir 2 persen, IHSG berpotensi terkoreksi terbatas menjelang libur akhir pekan, di tengah sentimen negatif eksternal yang bervariatif,” jelas dia.
Edwin melihat tekanan jual oleh investor asing atau net capital outflow kemungkinan masih tetap berlanjut dengan perkiraan IHSG akan bergerak pada range 5.937 – 6.039.