Iqbal Musyaffa
30 Desember 2019•Update: 31 Desember 2019
JAKARTA
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin sore mengakhiri perdagangan sepanjang tahun 2019 dengan berada di zona merah. IHSG ditutup melemah sebesar 0,47 persen atau 29,78 poin dengan berada di posisi 6.299,54.
Adapun indeks LQ45 turun 8 poin atau 0,81 persen ke posisi 1.041.
Sementara pada pra perdagangan pagi tadi IHSG melemah 0,17 poin ke level 6.329 dengan indeks LQ45 turun 0,374 poin atau 0,04 persen ke 1.022. Sedangkan pada saat pembukaan perdagangan menguat 2,4 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.331 dengan LQ45 naik 0,1 poin atau 0,01 persen ke posisi 1.022.
IHSG mulai berada di zona merah pada jeda siang tadi dengan turun 12 poin atau 0,19 persen ke 6.317 dengan LQ45 turun 1 poin ke posisi 0,12 persen ke 1.021.
Penutupan perdagangan tahun 2019 dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menggantikan Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras yang dilakukan BEI dan seluruh anggota bursa, self regulatory organization, emiten, dan lembaga penunjang pasar modal, serta pelaku pasar modal atas kerja kerasnya di 2019,” ujar Menteri Sri Mulyani di Jakarta, Senin.
Meskipun ditutup melemah, IHSG tercatat menguat 1,7 persen secara year to date atau sejak 1 Januari 2019.
“IHSG kita masih mampu tumbuh positif sepanjang 2019. Jumlah 2,4 juta investor tumbuh 40 persen dibandingkan 2018,” jelas Menteri Sri Mulyani.
Pertumbuhan positif tersebut menurut dia karena BEI dan OJK bersama-sama menjaga reputasi bursa dan pasar modal.
“Pasar modal hanya akan tumbuh dan menciptakan pendalaman pasar keuangan apabila reputasi dan kredibilitasnya bisa berjalan efektif serta perlindungan pada pemodal kecil bisa dijaga dari tindakan predator,” ungkap Menteri Sri Mulyani.