Iqbal Musyaffa
30 Desember 2019•Update: 31 Desember 2019
JAKARTA
ursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan sepanjang 2019 terdapat 55 perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya di pasar modal sehingga total perusahaan tercatat di pasar modal saat ini sebanyak 688 emiten.
Jumlah perusahaan baru yang melantai di bursa tersebut turun dari capaian pada 2018 yang sebanyak 57 emiten.
Sementara itu, total pencatatan efek tahun ini mencapai 75 efek termasuk DIRE (dana investasi real estate), EBA (efek beragun aset), dan ETF (exchange traded fund), dan beberapa efek lainnya.
Direktur Utama BEI Inarno Djayadi mengatakan catatan emiten baru di 2019 tersebut walaupun turun, namun tetap patut disyukuri karena dari sisi jumlah perusahaannya, penambahan emiten baru di pasar modal Indonesia tertinggi di Asia Tenggara
"Alhamdulillah kita bisa mencapai 55 perusahaan listed di 2019 dan ini terbesar di ASEAN,” ujar Inarno di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan berdasarkan catatan BEI, Indonesia memiliki pencatatan saham baru tertinggi di Asia Tenggara yang kemudian disusul Thailand sebanyak 30 perusahaan, dan Malaysia sebanyak 29 perusahaan.
Inarno mengatakan pencapaian 55 emiten baru sudah luar biasa dan juga berada pada urutan ketujuh di dunia.