Muhammad Laltief
13 Oktober 2017•Update: 13 Oktober 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Hingga penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) hari ketiga, kontrak dagang yang ditandatangani mencapai USD 22 juta, demikian diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Peningkatan Ekspor Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda, Jumat.
“Ini prestasi yang baik. Tahun lalu final transaction sekitar USD207 juta,” terang dia.
Arlinda yakin, target keseluruhan transaksi sebesar USD1,1 miliar bisa tercapai, mengingat masih ada dua hari lagi penyelenggaraan acara ini.
Pada hari pertama, kontrak dagang yang berhasil dicapai sebesar USD17 juta, kemudian pada hari kedua USD154 juta. Jumat ini, ada tiga negara yang menandatangani kontrak dagang sebesar USD49,58 juta, yaitu dari Mesir, Thailand, dan Arab Saudi.
Produk yang diekspor untuk Thailand adalah balsem dan salep. Kemudian Mesir membeli produk mesin pengolahan kopi, sementara Arab Saudi produk kayu.
Tempat penyelenggaraan di International Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten, menurut Arlinda juga terbilang nyaman sehingga banyak peminat yang datang berkunjung.
Selain itu, pihaknya juga menggenjot kinerja perwakilan dagang di luar negeri maupun perwakilan di Kedutaan Besar untuk melakukan pendekatan di tempat kerjanya agar bisa membeli barang dari Indonesia.
“Kali ini mereka datang sendiri dan mereka melihat apa yang kita sajikan dalam pameran,” ujarnya.
Pameran ini merupakan upaya mengukuhkan posisi Indonesia sebagai penyedia barang dan jasa berkelanjutan bagi industri Dunia.
TEI sendiri merupakan ajang promosi tahunan berskala internasional yang menampilkan produk dan jasa Indonesia berorientasi pasar ekspor. Tahun ini merupakan gelaran TEI yang ke-32.