Muhammad Nazarudin Latief
07 Mei 2019•Update: 08 Mei 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Harga biodiesel turun sebesar Rp39 per liter dari sebelumnya Rp7.387 per liter menjadi Rp 7.348 per liter dalam Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (HIP BBN) Mei yang diumumkan Senin.
Menurut pengumuman yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harga bioetanol ditetapkan sebesar Rp 10.195 per liter.
Harga ini naik sebesar Rp 17 per liter dari harga sebelumnya Rp10.178 per liter.
"Ketetapan harga ini mulai berlaku secara efektif sejak 1 Mei 2019," ujar Juru Bicara Kementerian ESDM di Jakarta.
Harga BBN tersebut juga dipergunakan dalam pelaksanaan program mandatori B-20 dan berlaku untuk pencampuran minyak solar baik jenis bahan bakar minyak (BBM) tertentu maupun jenis BBM umum.
Penurunan harga biodiesel dilatarbelakangi oleh turunnya harga rata-rata crude palm oil (CPO) Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) periode 15 Maret - 14 April 2019 yaitu menjadi Rp7.026 per kg dari harga sebelumnya Rp7.078 per kg, ujar Agung.
Harga HIP BBN biodiesel tersebut dihitung menggunakan formula HIP = (Rata-rata CPO KPB + 100 USD/ton) x 870 kg/m3 + Ongkos Angkut.
Sedangkan untuk bioetanol terjadi kenaikan harga setelah dihitung berdasarkan formula yang ditetapkan, yaitu (Rata-rata tetes tebu KPB periode 3 bulan x 4,125 Kg/L) + USD0,25/Liter sehingga didapatkan Rp10.195/liter untuk HIP BBN bulan Mei 2019.
Menurut Agung, konversi nilai kurs menggunakan referensi rata-rata kurs tengah Bank Indonesia periode 15 Maret hingga 14 April 2019.
HIP BBN sendiri ditetapkan setiap bulan dan dilakukan evaluasi paling sedikit 6 bulan sekali oleh Direktur Jenderal EBTKE.