Muhammad Nazarudin Latief
09 Februari 2018•Update: 09 Februari 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah menetapan harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) biodiesel untuk Februari sebesar Rp7.962 per liter, atau turun tipis dari harga Januari lalu yang mencapai Rp8.000 per liter.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi mengatakan, harga turun karena turunnya harga kelapa sawit.
“HIP itu belum termasuk perhitungan ongkos angkut,” ujar dia dalam siarannya, Jumat.
Harga rata-rata minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) sepanjang 25 Desember 2017 hingga 24 November 2018 sebesar Rp7.810 per kilo gram (kg). Harga ini lebih rendah pada periode sebelumnya, yaitu Rp7.841 per kg.
Menurut Agung, harga bioethanol juga turun.
Pada Februari ini pemerintah menetapkan sebesar Rp10.059 setelah selama tiga bulan terakhir sempat naik dari Rp10.077 (November), Rp 10.088 (Desember), dan Rp 10.090 (Januari).
Harga bioethanol, menurut Agung ditentukan oleh rata-rata tetes tebu Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) selama 25 Juli 2017 - 24 Januari 2018.
Harganya tercatat sebesar Rp1.625 per kg ditambah besaran dolar Amerika Serikat, yaitu USD0,25 per liter dikali 4,125 kg per liter.
“HIP BNN ini ditetapkan tiap bulan dan dievaluasi paling sedikit 6 bulan selali oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE),” ujar dia.
Realisasi konsumsi biodiesel Indonesia menurut laporan Kementerian ESDM sepanjang 2017 sebanyak 3,23 juta kiloliter atau 76,9% dari target tahun lalu sebesar 4,2 juta kiloliter.